Minggu, 19 April 2026
ABC World

Belajar dari Gempa: Jantung Bumi Kemungkinan Lebih Lunak

Sebuah metode baru untuk mengetahui lapisan intti terdalam Bumi menunjukkan bahwa "jantung" planet kita tak sepenuhnya seperti yang…

Ditemukan bahwa Gelombang S ternyata lebih lambat sekitar 2,5 persen dari perkiraan sebelumnya. Karena Gelombang S bergerak paling cepat melalui material yang kaku, maka diperkirakan inti terdalam lebih lembut juga.

Prof Tkalčić mengakui, perhitungan mereka tidak dapat memastikan hal itu.

Mungkin sifat intrinsik dari besi pada kondisi panas dan tertekan di pusat Bumi.

Atau bisa juga kantong-kantong zat cair, diperkaya unsur-unsur lebih ringan, yang terperangkap di inti terdalam.

Peta isi perut Bumi

Menurut Prof Moresi, dengan mengetahui isi perut Bumi secara lebih baik, pakar geofisika kini bisa mempertajam model-model referensi mereka.

"Jika kita mengukur gelombang yang menembus atau memantul dari inti terdalam, kita dapat menggunakannya untuk pencitraan di tempat lain," jelasnya.

Memahami sifat-sifat inti terdalam juga membantu memastikan apakah dia berputar lebih cepat dibandingkan lapisan atasnya.

Mungkin kita akan mendapatkan gambaran lebih akurat dalam beberapa tahun mendatang.

Profesor Tkalčić dan timnya berencana membangun jaringan seismometer di Pulau Macquarie dan sekitarnya, antara Selandia Baru dan Antartika. Area ini mengalami banyak sekali gempa bumi.

Eksperimen bertahun-tahun itu tak hanya membantu kita memahami apa yang terjadi dalam lapisan tanah. Tapi itu juga akan menambah pengetahuan kita tentang inti terdalam atau "jantung" Bumi.

Prof Tkalčić menyebut eksperimen ini sebagai "teleskop besar yang mengarah ke pusat Bumi".

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved