Australia Tolak Permohonan Suaka Bekas Pengawal Mantan PM Malaysia
Bekas pengawal mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terancam dideportasi dari Australia setelah pengadilan Sydney minggu ini…
Bekas pengawal mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terancam dideportasi dari Australia setelah pengadilan Sydney minggu ini menolak permohonannya untuk mendapat suaka politik.
Sirul Azhar Umar adalah salah satu dari dua pengawal yang dijatuhi hukuman mati pada 2015 atas pembunuhan Altantuya Shaariibuu.
Tetapi Australia diperkirakan akan menunda deportasinya sampai pemerintah Malaysia menghapuskan hukuman mati.
Altantuya bekerja sebagai penerjemah pada perjanjian Malaysia senilai $ 1 miliar untuk membeli kapal selam dari Perancis, yang terlibat dalam kasus dugaan suap dan fee illegal.
Altantuya juga berselingkuh dengan Abdul Baginda Razak, teman dekat Najib, yang pada waktu itu menjabat sebagai wakil perdana menteri Malaysia.
Sirul dan pengawal lainnya, Azilah Hadri, diketahui menembak Altantuya beberapa kali di bagian kepala di sepetak hutan di luar Kuala Lumpur pada 2006.
Mereka kemudian meledakkan tubuh Altantuya dengan bahan peledak kelas militer.
Azilah sekarang di penjara, tetapi Sirul, seorang mantan kopral polisi, mempertahankan pembelaannya kalau dirinya tidak bersalah, dan bersikeras kalau dirinya diperintahkan oleh atasannya untuk melakukan pembunuhan.
Photo:
Mantan polisi Azilah Hadri dan Sirul Azhar Umar tiba di pengadilan tahun 2009. (Reuters: Bazuki Muhammad)
Sirul tidak pernah mengatakan siapa yang menghendaki Altantuya dibunuh atau mengapa.
Keluarga Altantuya berharap kembalinya Sirul akan menjelaskan siapa yang memerintahkan pembunuhannya.
Bulan lalu ayah Altantuya meluncurkan kasus gugatan perdata terhadap dua pengawal Malaysia tersebut, mantan kekasihnya, dan Pemerintah Malaysia.
Sirul sebelumnya telah menawarkan untuk memberi tahu semua jika ia diberikan pengampunan penuh oleh otoritas Malaysia.
Ada spekulasi sejak lama bahwa perempuan berusia 28 tahun itu tewas untuk menghentikannya mengungkap uang suap yang diduga dibayar selama berlangsungnya proses penjualan kapal selam kepada sejumlah orang dekat Najib.
Meskipun terdapat barang bukti sebuah foto yang menunjukkan Altantuya Bersama dengan PM Najib dan mantan kekasihnya di Paris, Sirul dengan tegas membantah pernah bertemu dengannya, atau terkait dengan kematiannya.