Jumat, 10 April 2026
ABC World

Partai Pro Militer Palang Pracharat di Thailand Unggul di Pemilu 2019

Di Thailand sebuah partai pro-militer Palang Pracharat sementara unggul dalam penghitungan suara dalam pemilu yang diselenggarakan…

Di Thailand sebuah partai pro-militer Palang Pracharat sementara unggul dalam penghitungan suara dalam pemilu yang diselenggarakan pertama kalinya sejak kudeta militer di tahun 2014.

Hasil pemilu Thailand

Dengan 93 persen suara sudah dhitung, Komisi Pemilu Thailand mengatakan partai Palang Pracharat yang berusaha mempertahankan kekuasaan kepala junta militer Prayuth Chan-ocha tetap berkuasa mendapat suara 7,59 juta.

Di tempat kedua dengan 7,12 juta suara adalah partai Pheu Thai, partai yang memiliki hubungan dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, dimana partai yang bertalian dengan Thaksin sudah memenangkan pemilu berturut-turut sejak tahun 2001.

Partai ini mendapatkan 15,7 juta suara dalam pemilu sebelumnya di tahun 2011.

Namun jumlah suara terbanyak belum tentu akan sama dengan jumlah kursi anggota parlemen yang dimenangkan.

Partai Pheu Thai masih bisa memenangkan mayoritas dari 500 kursi di Majelis Rendah Parlemen karena partai ini populer di wilayah utara dan tenggara negara tersebut.

Namun keunggulan suara Palang Pracharat menimbulkan kekecewaan bagi pemilih yang berharap hasil pemilu akan menurunkan kuasa militer dan para elit yang sekarang berkuasa.

Di markas Pheu Thai di Bangkok, suasana hati para pendukung berubah dari senang menjadi tidak percaya.

"Saya tidak mengira ini akan terjadi. Saya kira ini bukan hal yang diinginkan rakyat," kata seorang warga Polnotcha Chakphet.

Di Twitter, tagar #PrayforThailand menjadi populer ketika hasil mulai bermunculan, dengan beberapa orang mengatakan meninggalkan negeri itu bila Jenderal Prayuth kembali menjadi Perdana Menteri.

Ketua Komisi Pemilu mengatakan hasil tidak resmi pemilu akan ditunda pengumumannya sampai hari Senin.

Menurut Komisi Pemilu, yang memberikan suara hampir 66 persen, turun dari 75 persen di tahun 2011, dari 90 persen suara yang sudah dihitung.

Hampir sekitar 6 persen suara atau 2,8 juta suara dinyatakan tidak sah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved