Sabtu, 11 April 2026

Kenaikan Harga Beras Dorong Inflasi 0,60 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras yang terjadi selama bulan November 2010 menyumbang inflasi 0,60 persen.

Editor: Anwar Sadat Guna
Laporan wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras yang terjadi selama bulan November 2010 menyumbang inflasi 0,60 persen.

Kepala BPS, Rusman Heriawan, mengungkapkan bahwa inflasi November 0,60 persen, di antaranya disumbang dari kenaikan harga beras. Kenaikan beras menyumbang 0,12 persen dari total angka inflasi bulan ini.

"Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi November 0,60 persen karena kenaikan harga beras yang turut menyumbang 0,12 persen," ungkapnya, dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/12/2010).

Selain faktor lonjakan harga beras, kenaikan harga cabai merah, bawang merah, emas (perhiasan), minyak goreng, dan rokok kretek filter juga turut berkontribusi atas inflasi November 2010.

"Inflasi November 2010 mencapau 0,60 persen. Cukup tinggi. Memang sudah diperkirakan sebelumnya, karena kenaikan beberapa komoditas bahan pokok, terutama beras," kata dia.

Sementara itu, BPS mencatat inflasi tahun kalender Januari-November 2010 yakni 5,98 persen. Sedangkan inflasi year on year (YOY) 6,33 persen. "(Inflasi YOY) Sudah lewat dari 6 persen seperti yang diharapkan. Cukup khawatir, bisa, kalau Desember tidak terjadi deflasi, dan masih inflasi bisa tembus 6 persen," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved