Aksi Jual Asing Tekan IHSG, Analis Cermati Saham Big Caps
IHSG tertekan perang Timur Tengah, aksi jual asing tekan BBCA hingga undervalued di bawah Rp7.000.
Ringkasan Berita:
- IHSG sempat tertekan imbas perang Timur Tengah dan aksi jual asing terhadap saham big caps, terutama BBCA.
- Sejak awal 2026, harga BBCA turun 19 persen hingga Rp6.500 per saham.
- Pengamat menilai kondisi ini sebagai peluang beli karena fundamental perusahaan tetap kuat.
- Menkeu Purbaya menegaskan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia masih solid, tercermin dari inflow Rp2,2 triliun pada Maret.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan imbas faktor eksternal perang di Timur Tengah.
Koreksi mendalam IHSG juga dipicu tekanan jual bersih atau Nett Sell asing terhadap saham big caps.
Aksi jual asing paling berdampak terhadap saham sektor perbankan BBCA.
Sejak awal 2026, harga saham BBCA terus mengalami penurunan hingga tembus 19 persen per 7 April 2026.
Pengamat Pasar Modal Rendy Yefta memandang fenomena penurunan harga saham bervaluasi besar menjadi sinyal beli.
Menurutnya, BBCA saat ini sedang mengalami anomali harga saham yang relatif langka.
Di saat laba perusahaan terus mencetak rekor fantastis, harga sahamnya justru terus turun dalam kisaran Rp6.500 per lembar saham (jauh di bawah level psikologis Rp7.000).
Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/4/2026), IHSG menguat 2,07 persen ke level 7.458.
Posisi BBCA di perdagangan hari ini berakhir menghijau Rp6.700 per saham.
"Ini adalah fenomena undervalued yang sangat langka untuk saham sekelas kasta tertinggi (blue chip super) harga di bawah Rp7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza," tuturnya kepada wartawan
Menurutnya, secara historis, pasar selalu menghargai kualitas BBCA dengan valuasi premium.
Saham ini biasanya melenggang santai di tingkat rasio Price to Book Value (PBV) normalnya di kisaran 4x hingga 5x.
Namun, dipicu kepanikan sesaat di bursa global dan rotasi sektor, BBCA dipaksa turun drastis.
Dia memproyeksikan bahwa saat kepanikan pasar mereda, harga BBCA kembali menuju normalisasi valuasinya di level PBV 4x.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan IHSG Tak Sentuh Zona Merah ke Posisi 7.455, Guncangan Global Mulai Mereda
Kepercayaan Investor Global
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian perekonomian global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-IHSG-MENURUN-Foto-ilustrasi-hasil-olah-kecerdasan-buatan-AI-Kamis-622025.jpg)