Jumat, 23 Januari 2026

Gempa dan Tsunami Landa Jepang

Perusahaan Batam Bakal Imbas Gempa Jepang

Bencana gempa dan Tsunami Jepang dipastikan mempengaruhi produksi sejumlah perusahaan industri di Batam.

Laporan  wartawan Tribun Batam, Anne Maria,

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Bencana gempa dan Tsunami yang melanda Jepang dipastikan mempengaruhi nilai produksi sejumlah perusahaan industri di Batam. Meskipun belum bisa dihitung total kerugiannya, namun arah penurunan pasar tersebut kemungkinan besar terjadi

Ketua Kadin Batam Nada Soraya menuturkan, kerugian besar tidak akan dialami Batam. Alasannya, rata-rata industri yang menangani produksi untuk Jepang, sifatnya bukan menjual barang-barang built  up.

Sehingga, kerugian yang ada bersifat tidak langsung. Terlebih lagi saat ini perusahaan-perusahaan Jepang sudah terikat kontrak dengan perusahaan di Batam.

"Kalau kerugian secara total itu tidak ada, karena pada dasarnya sifat perusahaan di sini kan menghasilkan produk untuk support ke sana. Ibaratnya sistem assembly, dibuat di sini untuk dipasarkan di sana. Lain hal jika produk-produk tersebut dibuatnya di Jepang itu jelas merugi, apalagi jika pabrikannya di wilayah yang terserang badai tsunami," jelasnya ketika ditemui Tribun, Sabtu (19/3).

Namun Nada Soraya tidak menampik, kerugian bisa saja terjadi akibat penurunan pasar. Yakni setelah menyelesaikan kontrak, pihak epang mungkin akan mengeluarkan kontrak baru dengan total jumlah barang yang lebih kecil.

Selain itu, menurut Nada, gangguan lain yang mungkin saja terjadi yakni proses pengiriman barang dari Batam ke Jepang. Namun lagi-lagi itupun tidak akan merugikan pihak Batam secara langsung.

Adapun disebutnya kebanyakan dari produksi-produksi Jepang yang dilakukan di Batam, yaitu pada produk-produk micro electronic, seperti chip-chip pada komputer atau benda elektronika lainnya.
Sebagai bangsa yang menurutnya kuat dan tidak cengeng, Jepang tidak memerlukan waktu yang lama untuk bangkit dari keterpurukan.

Terbukti dari set up yang sudah gencar dilakukan oleh bangsa tersebut sekarang-sekarang ini, hingga jangka waktu terhambatnya pengiriman barang dikatakan Nada tidak akan berlangsung lama.

Kembali diungkapkannya, justru yang mengkhawatirkan saat ini lebih pada radiasi yang mungkin saja terjadi, karena efek radiasi dijelaskannya justru lebih lama penanganannya.

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved