Amerika Boikot CPO Indonesia
Amerika Boikot CPO, Indonesia Beri Penjelasan ke WTO
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengungkapkan, bantahan dan penjelasan terkait penolakan CPI Indonesia oleh
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengungkapkan, bantahan dan penjelasan terkait penolakan CPI Indonesia oleh Amerika Serikata (AS) tidak hanya akan ditujukan ke AS, tetapi juga akan diajukan ke World Trade Organization (WTO) sebagai otoritas yang mengatur mengenai sistem perdagangan dunia.
Hal ini akan dilakukan Indonesia atas keputusan AS yang menolak Crude Palm Oil (CPO) atau produk minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia.
“Kita sampaikan ke WTO, dan itu akan di jelaskan, kemudian juga akan dijelaskan ke AS,” demikian ditegaskan Hatta sembari meminta Kementerian Pertanian sebagai sektor terkait masalah ini untuk bersama-sama semua elemen pengusaha kelapa sawit Indonesia untuk segera merampungkan penjelasan dan batahan.
“Jadi jangan telat, harus cepat,” sambung Hatta saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Apalagi menurut Hatta, peristiwa 'pemboikotan' CPO Indonesia di luar negeri bukan baru sekali ini saja terjadi. Paling tidak, sudah kali kedua CPO Indonesia dihantam masalah seperti demikian.
Karenanya, imbuh Hatta, harus segera diberikan penjelasan, dan keputusan AS tersebut harus ditepis dengan penjelasan yang ilmiah dan komprehensif.
“Penjelasan darimana dasarnya, kalau biodiesel yang bersumber dari CPO itu tidak ramah lingkungan. Dasarnya apa? Wong jelas-jelas seluruh biodiesel itu tidak mengandung emisi karbon. Tidak ramah lingkungan, dimananya?” seru Hatta menampik tudingan AS bahwa CPO Indonesia tidak ramah lingkungan.
Hatta juga mengaku tidak mengetahui apa dasar dan motif yang ada di balik penolakan AS terhadap produk CPO Indonesia.
Bila ternyata alasan yang diutarakan AS tidak betul dan bernuansa hanya memproteksi diri atas masuknya produk, itu sangat disayangkan. Karena WTO sendiri melarang tindakan tersebut.
“Dan juga itu tidak dibenarkan oleh WTO. Dan kita berhak untuk menjelaskan. Nah di sinilah pentingnya Indonesia, Malaysia, atau siapapun menjelaskan hal itu,” tegas Hatta.
Sebelumnya diberitakan, Per 28 Januari, Amerika Serikat secara resmi menolak produk minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia.
Alasannya karena sawit Indonesia dinilai sebagai produk yang tidak ramah lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Indramayu. "Notifikasinya sudah saya terima. Kita dikasih waktu hingga 27 Februari mendatang untuk melakukan bantahan."