Polytron dan Pindad Jajaki Pelibatan Industri Kecil-Menengah di Rantai Pasok EV
Komponen kendaraan listrik yang bisa dipasok meliputi jok, housing plastik, mold and dies stamping dan komponen pendukung lainnya.
Ringkasan Berita:
- Polytron dan Pindad menjajaki kerjasama dengan industri kecil dan menengah masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik.
- Komponen kendaraan listrik yang bisa dipasok meliputi jok, housing plastik, mold and dies stamping dan komponen pendukung lainnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Hartono Istana Elektronik (Polytron) menjajaki kerjasama dengan industri kecil dan menengah (IKM) di bidang otomotif anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik.
IKM berpeluang memasok sejumlah komponen kendaraan listrik seperti jok, housing plastik, mold and dies stamping dan komponen pendukung lainnya.
Hal serupa juga dilakukan PT Pindad (Persero) yang menjadi pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga melakukan pembahasan lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen.
Penjajakan kerjasama oleh kedua perusahaan terjadi pada pertemuan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan IKM komponen otomotif yang diinisiasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian.
Untuk sektor roda dua, temu bisnis digelar di Bekasi pada 7 Mei 2026 dan dikuti 60 IKM komponen alat angkut.
Diskusi diarahkan untuk membuka peluang keterlibatan IKM dalam rantai pasok proyek mobil nasional yang sedang dikembangkan dan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sementara itu, temu bisnis untuk sektor kendaraan listrik roda empat digelar pada 22 Mei di Bekasi dengan mengundang PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas dengan mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut.
Melalui forum itu, para pelaku IKM berkesempatan menjajaki peluang penyediaan komponen lokal untuk mobil listrik serta bus dan truk listrik.
Baca juga: IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Dorong Hilirisasi
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan, temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global.
"Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional," kata Reni dikutip Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Tips Merawat Komponen Rem di Mobil Suzuki, Cek Juga Kualitas Minyak Rem
Selain mendorong kemitraan bisnis, Ditjen IKMA juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna.
Pelatihan tersebut meliputi pengenalan komponen kendaraan listrik, analisis kerusakan, perawatan kendaraan, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja.
"Langkah ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap agenda transisi energi, ekonomi hijau, serta upaya mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perakitan-motor-listrik-Polytron.jpg)