Apple Mendorong Saham Naik
Indeks saham di Asia ditutup naik setelah laporan keuangan dari Apple dan Hersey jauh melebihi ekspektasi.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Indeks saham di Asia ditutup naik setelah laporan keuangan dari Apple dan sejumlah emiten besar lain seperti AT&T, 3M, dan Hersey jauh melebihi ekspektasi dan mengalihkan perhatian investor untuk sementara waktu dari gejolak politik dan ekonomi di Eropa yang telah memperparah krisis utang Eropa.
Branch Manager Reliance Sekuritas Pontianak, Heri Halidi mengatakan, Apple sekali lagi memecahkan semua keraguan pasar dengan membukukan volume penjualan iPhone yang melewati semua ekspektasi.
"Perusahaan paling berharga di dunia tersebut menjual 15 juta iPhone selama periode Januari - Maret, hampir dua kali lipat dari jumlah pada periode yang sama di tahun sebelumnya," ujarnya kepada Tribun, Kamis (26/4/2012).
Dari sisi ekonomi, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Korea Selatan naik ke level tertinggi dalam hamipr setahun terakhir karena tanda tanda perbaikan ekonomi AS dapat megimbangi kekhawatiran atas Korea Utara. IKK bulan April berada di level 104 , tertinggi sejak May 2011, naik dari 101 di bulan Maret.
Sementara itu, outlook rating India diturunkan oleh Standard & Poor?s menjadi Negative dari Stable karena adanya risiko dari pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan defisit Neraca Berjalan yang semakin melebar, sehingga membuat India selangkah lebih dekat pada status junk.
Mayoritas indeks saham di Eropa memperpanjang hari hingga 2 hari dipimpin oleh saham sektor perbankan. Sementara sentimen dari laporan keuangan Apple menopang kinerja saham sektor teknologi.
Heri menambahkan, investor juga mencari berita dari luar Eropa terutama konferensi pers Ben Bernanke di penitip pertemuan FOMC. Indeks saham utama di Wall Street ditutup naik dengan lonjakan harga saham Apple memberi NASDAQ kenaikan terbesar tahun ini.
Ketua Federal Reserve Ben Bernanke juga turut mendorong kenaikan indeks dengan mengatakan bank sentral AS tidak akan segan meluncurkan program pembelian obligasi putaran berikutnya untuk menekan biaya pinjaman jika diperlukan oleh ekonomi, paparnya.
Menurutnya, untuk mempertahankan momentum positif, indeks saham di Asia pagi ini dibuka naik dipicu oleh tindakan Federal Reserve yang meyakinkan pasar bahwa kebijakan moneter akomodatif akan terus dipertahankan untuk menopang pertumbuhan dan semakin tingginya optimisme terhadap musim laporan keuangan (earnings season).
"IHSG ditutup naik 16.663 poin atau 0.4002% ke level 4.180. Tercatat 133 saham mengalami penguatan, 137 saham mengalami pelemahan dan 95 saham stagnan," papar Heri.