Minggu, 3 Mei 2026

Hadapi Lelang Obligasi Italia dan Spanyol, Euro Jeblok

Krisis utang Eropa tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Saat ini, bukan skenario terbaik untuk membeli euro.

Tayang:
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Pergerakan euro pagi ini melemah ke level terendah dalam sepekan terakhir. Pada pukul 08.10 waktu Tokyo, euro melemah 0,2% menjadi US$ 1,2542. Pada 22 Juni lalu, euro sempat keok ke level terendah sejak 13 Juni di posisi US$ 1,2519.

Sementara itu, jika berhadapan dengan yen, posisi euro melemah 0,1% menjadi 100,98. Sedangkan yen berada di level 80,62 per dollar, level terlemah sejak 27 April lalu.

Melemahnya mata uang 17 negara ini terjadi sebelum Italia dan Spanyol melelang obligasi yang dijadwalkan besok (26/6). Pasar khawatir karena lelang tersebut dilakukan di tengah krisis utang di Eropa dan menyebar ke negara-negara dengan perekonomian terbesar dunia.

"Krisis utang Eropa tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Saat ini, bukan skenario terbaik untuk membeli euro," jelas Kurt Magnus, executive director of currency sales Nomura Holdings Inc di Sydney.

Sekadar tambahan informasi, Italia dijadwalkan akan menjual obligasi yang jatuh tempo 2016 dan 2026 besok senilai 3 miliar euro atau US$ 3,8 miliar. Sedangkan Spanyol akan melelang surat utang berjangka waktu tiga bulan dan enam bulan pada hari yang sama.(*)

BACA JUGA

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved