RI Harus Waspadai Krisis Global untuk Cegah Dampaknya
Indonesia harus secepatnya meningkatkan kesiagaanya untuk menghindari dampak jangka panjang dari krisis tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gejala krisis ekonomi yang menimpa dunia perlahan-lahan juga bakal mengenai indonesia. Maka Indonesia harus secepatnya meningkatkan kesiagaanya untuk menghindari dampak jangka panjang dari krisis tersebut.
Dewan Direktur, CIDES Indonesia Rohmad Hadiwijoyo, mengatakan, kondisi ekonomi yang ada didalam negeri memang tidak bisa lepas dari situasi diluar negeri. Dan hal ini yang wajib diwaspadai pemerintah indonesia.
"Krisis tahun ini selain disebabkan situasi ekonomi dan keuangan, juga disebabkan oleh krisis politik yang memperburuk situasi dunia saat ini, seperti misalnya, konflik di Suriah dan Mesir, bahkan Suriah kini sudah mengarah suatu perang antar saudara", jelasnya di Jakarta, (11/09/2012).
Dalam Kesempatan yang sama, Dewan Penasihat CIDES, Ricky Rachmadi, menambahkan, Indonesia wajib mewaspadai berbagai sektor yang rentan terhadap krisis.
Ia mengatakan perihal adanya gejolak aliran modal portofolio dan pasar saham serta penurunan kinerja ekspor produk andalan tertentu seperti, karet, batubara dan kelapa sawit.
"Sebenarnya dampak krisis global terhadap Indonesia itu nyata, meskipun sejumlah kalangan masih menganggap sektor pertanian masih kuat. Tapi, dampaknya itu memang sudah kelihatan," ucap Ricky.
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah komoditi ekspor utama Indonesia seperti batubara, karet, minyak sawit, tembaga mengalami penurunan harga hampir 20 persen.
Akibat dari penurunan harga tersebut, lanjut dia, pertumbuhan ekspor pun mengalami penurunan, sedangkan pertumbuhan impor barang bakal tetap menguat.
Terkait dengan kondisi ini, jelas Ricky, mengatakan, defisitnya neraca perdagangan karena ketidakpastian yang menimpa eropa.
"Semua ini disebabkan oleh ketidakpastian yang menimpa ekonomi Eropa dan potensinya masih akan berlanjut terhadap tekanan lain yang dapat menurunkan proyeksi global," jelasnya. (*)
BACA JUGA: