Nasabah Premium Tumbuh 30-40 persen
Jumlah nasabah premium di Indonesia hingga akhir 2012 sudah mencapai 1,1 juta nasabah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah nasabah premium di Indonesia hingga akhir 2012 sudah mencapai 1,1 juta nasabah. Angka ini meingkat 30 persen per tahun.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Riset Infobank, Eko B Supriyanto dalam acara seminar Peluang dan Tantangan Perbankan Indonesia Menuju Pasar Bebas Asean 2020 di Hotel Le Meriden, Jakarta, Selasa.
Eko menuturkan, nasabah premium rata-rata telah membelanjakan uangnya sekitar 10-20 dollar AS per hari dan memiliki penghasilan sebesar 50 ribu dollar AS per tahun. Jumlah ini sama dengan sebesar Rp 37,5 juta per bulan, dengan asumsi Rp 9.000 per dolarnya.
"Meskipun terjadi krisis di Eropa atau banyaknya korupsi di Indonesia, akan tetapi nasabah kaya di perbankan kita terus meningkat sekitar 30 - 40 persen per tahunnya. Artinya sentimen negatif itu, hampir tidak berdampak ke nasabah perbankan Indonesia," kata Eko.
Eko menjelaskan, berdasarkan asumsi dari Credit Suisse, kekayaan itu sebagai nilai aset dari keuangan dan non keuangan dikurangi utang rumah tangga. Adapun data yang digunakan adalah data pertengahan 2011.
Menurut Eko, lembaga ini memproyeksikan jumlah nasabah kaya di Indonesia memiliki peningkatan dua kali lipat pada 2016 mendatang.
Akan tetapi, pada 2015 mendatang Indonesia akan memiliki 99 ribu orang dengan kekayaan minimal sebesar 1 juta dollar AS atau setara dengan Rp 8,52 miliar. "Melihat hal itu, nanti Indonesia diperkirakan jumlah nasabah premium di indonesia akan menempati urutan ketujuh di dunia," ujarnya.