Bobot Kendaraan Jalur Pantura Lebihi Batas Kemampuan Jalan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan telah terjadi kelebihan beban volume kendaraan di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan telah terjadi kelebihan beban volume kendaraan di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura). Rata-rata kendaraan yang melintasi jalur Pantura setiap harinya mencapai 44 ribu kendaraan.
Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum, menegaskan jika jalur Pantura tidak segera diperbaiki dan ditambah luasnya, maka akan menghentikan jalur transportasi masyarakat dan distribusi barang. Pada 2007 proporsi truk adalah sekitar 19 persen, sedangkan 2012 menjadi 46 persen.
"Artinya terjadi peningkatan proporsi truk sebesar 2,5 kali lipat dalam jangka lima tahun," ujar Djoko, Jumat (26/7/2013).
Untuk mengurangi volume kendaraan di jalur Pantura, dibutuhkan jalan tol yang tengah dibangun yakni jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer. Namun proyek tol tersebut selesai pada akhir 2014 atau awal 2015.
"Beban Pantura juga akan semakin berkurang, apabila jalur ganda (double track) kereta api di Jawa bisa terealisasi dalam waktu dekat," ungkap Djoko.
Mengenai double track, Djoko menjelaskan beban logistik bisa dialokasikan dari kendaraan trailer ke kereta api. Hingga 2013 pengerjaan jalur ganda dari Jakarta-Surabaya ini sudah mencapai 70 persen.
"Jika dua pembangunan infrastruktur ini terlaksana maka beban jalan nasional yang paling terkenal ini akan berkurang," jelas Djoko.
Djoko menambahkan, saat ini beban truk memiliki daya rusak terhadap jalan yang paling besar. Dalam hal ini daya rusak lalu lintas juga meningkat sekitar 2,5 kali lipat dalam lima terakhir.
Hal ini diperparah oleh masih tingginya tingkat overloading truk yaitu rata-rata 60 persen di atas beban sumbu yang diizinkan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
"Tingginya lalu lintas truk ini juga menunjukkan perlunya pembagian beban pantura dengan jalur transportasi lain misalnya jalan tol dan kereta api," ungkap Djoko.