Penumpang Gembira, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditambang Jadi 12 Kereta
KAI diminta membenahi peron di stasiun jalur Green Line agar bisa mengakomodiri penumpang saat naik dan turun ketika penambahan kereta direalisasikan.
Ringkasan Berita:
- Penumpang mendukung penambahan rangkaian kereta di jalur Green Line lintas Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung untuk mengurangi kepadatan penumpang pada jam sibuk di pagi dan sore hari.
- KAI diminta membenahi peron di sejumlah stasiun jalur Green Line agar bisa mengakomodiri penumpang saat naik dan turun ketika penambahan kereta direalisasikan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bakal melakukan penambahan daya listrik aliran atas (LAA) di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung (green line).
Penambahan daya LAA akan membuat PT KAI (Persero) menambah jumlah rangkaian kereta dari 8 atau 10 kereta menjadi 12 kereta untuk setiap pemberangkatan KRL Commuter Line.
Pengguna KRL Commuter Line bernama Salfian Ori (35) menyatakan, penambahan jumlah kereta di jalur Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung merupakan keputusan bagus.
"Saya sangat setuju dengan rencana KRL menambah gerbong menjadi 12 di rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Saya yang setiap hari menggunakan rute KRL tersebut merasa sudah sangat padat dengan rangkaian hanya 10 gerbong," kata Ori kepada Tribunnewscom, Senin (13/4/2026).
Dengan menambah jumlah kereta menjadi 12, risiko penumpang saling berdesakan di dalam kereta setiap pagi dan sore bisa dikurangi.
"Harapannya dengan bertambahnya gerbong menjadi 12 bisa menampung lebih banyak penumpang sehingga tidak terjadi lagi berdesakan bak 'ikan pepes'," kata dia.
Ori meminta upaya tersebut diimbangi dengan pembenahan peron di stasiun. Stasiun dengan peron pendek diminta agar diperpanjang demi memudahkan penumpang saat akan naik atau turun dari kereta.
Baca juga: KAI Akan Tambah Rangkaian Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung Jadi 12 Gerbong
Saat ini masih banyak stasiun di jalur Green Line yang memiliki peron pendek. "Beberapa stasiun tidak bisa menampung untuk 12 gerbong. Selain memperpanjang peron juga harus disertai atap agar tidak kepanasan dan kehujanan," tukas dia.
Hal senada juga disampaikan Rere Dilah (32) yang sehari-hari mengandalkan KRL Commuter Line relasi Tanah Abang-Rangkasbitung.
"Bagus sih kalau memang seperti itu (ada penambahan kereta) karena kan belakangan ini, rangkaiannya keretanya sering banget penuh," kata Dilah.
Dilah juga meminta kepada PT KAI terus memperbaiki layanan penunjang untuk penumpang, mulai dari stasiun keberangkatan hingga stasiun akhir.
Baca juga: KAI Lakukan Pengembangan dan Pembangunan Stasiun KRL Baru di Jalur Green Line
Volume penumpang KRL Commuter Line di jalur Green Line melonjak tajam beberapa tahun terakhir.
Di 2022, totakl penumpang yang diangkut mencapai 43.317.716 orang naik menjadi 62.085.471 orang di 2023, dan melonjak jadi 69.999.362 orang di 2024, serta 77.552.716 orang di 2025.
Khusus Januari hingga Maret 2026 saja, jumlah penumpang terangkut sudah mencapai 20.197.205 orang.
"Pertumbuhan ini menggambarkan bagaimana lintas Rangkasbitung berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus meluas dan berkembang," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (12/4/2026).
Kata Anne, saat ini progres terhadap elektrifikasi lintas Tanah Abang-Rangkasbitung ini sudah mencapai lebih dari 70 kilometer dengan jalur ganda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Stasiun-Tanah-Abang-Usai-di-Renovasi_20251017_213234.jpg)