Right Issue, Provident Agro Tak Memiliki Pembeli Siaga

Direktur PT Provident Agro Tbk (PALM), Devin Antono Ridwan, optimistis saham perseroan dalam aksi korporasi

Right Issue, Provident Agro Tak Memiliki Pembeli Siaga
Tribunnews.com/Arif Wicaksono
Paparan Provident Agro di Jakarta, Jumat (22/11/2013) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Provident Agro Tbk (PALM), Devin Antono Ridwan, optimistis saham perseroan dalam aksi korporasi (Rights Issue) akan berjalan mulus, meskipun manajemen tidak memiliki pembeli siaga (stand by buyer) guna menyerap saham ini.

Pasalnya, kedua pemegang saham mayoritas Perseroan yakni, PT Provident Capital Indonesia (PCI) dan PT Saratoga Sentra Business (SSB) berkomitmen mengambil keseluruhan saham yang akan dilepas Perseroan dalam aksi korporasi tersebut.

"Pemegang saham mayoritas kami baik PCI dan SSB siap mengambil saham PALM dalam Rights Issue nanti. Mereka akan menyerap seluruh saham jika masyarakat tidak mengambil saham PALM," ujar Devin di Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Devin mengatakan, bahwa tujuan dari aksi korporasi yang dilakukan Perseroan untuk mengakuisisi perusahaan perkebunan kelapa sawit dan membiayai modal kerja entitas anak. Ekspansi tersebut dilakukan semata-mata guna meningkatkan kinerja Perseroan kedepannya agar lebih baik lagi.

Seperti diketahui, PALM akan melakukan Rights Issue sebanyak-banyaknya 2,11 miliar atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Dengan harga Rp 420 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Perseroan akan memperoleh dana segara sebesar Rp 887,03 miliar.

Devin menerangkan, bahwa dana dari hasil Rights Issue tersebut sebesar Rp 130 miliar akan digunakan untuk mengambil alih perusahaan perkebunan kelapa sawit oleh Perseroan melalui Mutiara Agam sebagian dari strategi pengembangan usaha Perseroan.

Kemudian, sebesar Rp 180 miliar bakal dialokasikan untuk membiayai modal kerja entitas anak antara lain pembelian Tandan Buah Segar (TBS), pengadaan bahan baku, perawatan Tanaman Menghasilkan (TM) dan biaya operasional lainnya.

"Sementara untuk sisa dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran dipercepat atas sebagian kewajiban Perseroan yang timbul sehubungan dengan akuisi terhadap seluruh saham PT Nusantara Permai dan PT Alam Permai pada bulan Mei 2012, yang dilakukan PT Providen Capital Indonesia yang merupakan salah satu pemegang saham utama Perseroan" imbuhnya.

Sebagai informasi saja, komposisi pemegang saham Perseroan dihuni oleh PT Saratoga Sentral Business sebesar 43,3 persen, sebesar 43,3 persen oleh PT Provident Capital Indonesia, dan sisanya dihuni oleh Masyarakat.

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved