Breaking News:

Anggaran Banyak Dipangkas, Pemerintah Diprediksi Makin Sulit Kejar Pertumbuhan 5,3 Persen

Apalagi saat ini ekonomi domestik masih menghadapi tantangan ekonomi global yang berat.

zoom-inlihat foto Anggaran Banyak Dipangkas, Pemerintah Diprediksi Makin Sulit Kejar Pertumbuhan 5,3 Persen
tribun timur/abbas sandji/tribun timur/abbas sandji
Alat berat mengangkat Peti Kemas di Pelabuhan Peti Kemas Makassar, Rabu (7/12/2015).(tribun timur/abbas sandji)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Berbagai pemangkasan anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 50,2 triliun akan membuat pemerintah semakin sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen tahun ini.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, melihat pertumbuhan ekonomi triwulan pertama sebesar 4,92 persen, lebih rendah dari perkiraan, maka mencapai 5 persen saja sudah tergolong bagus.

Apalagi saat ini ekonomi domestik masih menghadapi tantangan ekonomi global yang berat.

Akibatnya, konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2016, diproyeksikan belum ada peningkatan signifikan pada tahun ini.

Agar belanja pemerintah  tak mengurangi stimulus pertumbuhan ekonomi, harus dipastikan pemotongan hanya untuk belanja operasional, bukan untuk belanja modal agar dampaknya tidak mengganggu sektor riil.

"Setiap instansi atau kementerian dan lembaga yang memiliki kaitan erat dengan infrastruktur, seharusnya anggarannya tidak dipangkas terlalu besar," kata Josua, Selasa (17/5/2016).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2016 yang memerintahkan pemotongan belanja di 87 instansi dan kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp 50,2 triliun pada tahun ini.

Pemotongan belanja terbesar di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat senilai Rp 8,49 triliun.

Atas instruksi itu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro bilang, pemotongan belanja dilakukan terhadap belanja operasional seperti perjalanan dinas dan anggaran rapat. Menurutnya belanja prioritas termasuk belanja infrastruktur tidak dikurangi.

Direktur Jenderal Anggaran Kemkeu Askolani mengatakan, instruksi pemotongan belanja dilakukan untuk penghematan dan efisiensi anggaran.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved