Demo di Jakarta

Demo Boleh, Tapi Jangan Tutup Tol, apalagi Bentrok

Apindo berharap agar aksi demontrasi pada 4 November nanti tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum

Demo Boleh, Tapi Jangan Tutup Tol, apalagi Bentrok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ribuan ormas Islam yang tergabung dalam berbagai elemen melakukan longmarch menuju Bareskrim Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Dalam aksinya mereka menuntut pihak kepolisian memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara hukum yang diduga melakukan penistaan agama. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap agar aksi demontrasi pada 4 November nanti tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum.

"Misalnya jangan sampai menutup tol, jangan sampai terjadi bentrok karena kita menghendaki NKRI," ujar Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Apindo, kata dia, menghargai perbedaan pendapat. Namun, jangan sampai perbedaan pendapat itu justru memecah belah bangsa.

Bila perpecahan terjadi, Suryadi yakin ekonomi yang sudah dibangun akan terkena imbas buruk.

Terlebih lagi, kata dia, pertumbuhan ekonomi nasional belum bisa maksimal lantaran lemahnya ekonomi global.

"Kalau terjadi kerusuhan atau bentrok, ekonomi kita akan turun, makin banyak orang susah, pengalaman 1998 jangan sampai terulang," kata Suryadi.

Seperti diketahui, sejumlah ormas akan menggelar aksi besar pada 4 November 2016 mendatang.

Demo yang akan dilakukan di depan Istana itu menuntut agar calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum atas dugaan penistaan agama.(Yoga Sukmana)

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved