Sabtu, 25 April 2026

JAPFA Distribusikan 250.000 Telur Ayam untuk Daerah Jawa Barat

Selain daya beli masyarakat yang belum cukup kuat,konsumsi protein hewani juga belum menjadi prioritas bagi masyarakat Indonesia

IST
Untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan mengedukasi masyarakat akan sumber protein hewani yang terjangkau, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) untuk memberikan bantuan telur kepada panti jompo, panti asuhan, pondok pesantren dan yayasan sosial lainnya di beberapa daerah di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsumsi protein hewani per kapita di Indonesia relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara Asean seperti Malaysia, Singapura dan Thailand (Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia, 2015).

Selain daya beli masyarakat yang belum cukup kuat,konsumsi protein hewani juga belum menjadi prioritas bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini karena anggapan bahwa protein hewani adalah makanan yang mahal, sementara masyarakat sebenarnya dapat memperoleh protein hewani yang terjangkau, yaitu telur ayam.

“Telur sangat baik sebagai sumber protein hewani, mengandung asam lemak tidak jenuh, vitamin, dan mineral. Kandungan protein telur selalu menjadi acuan ahli nutrisi karena protein telur dapat diserap tubuh hampir 100%.” ujar External Relations Director PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya dalam pernyataannya, Kamis(30/3/2017).

Namun tingkat konsumsi rata-rata penduduk Indonesia (2015) baru mencapai 6.23 kg atau 112 butir per kapita per tahun, dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 400 butir.

"Perlu edukasi yang berkelanjutan untuk menjadikan telur ayam sebagai sumber makanan padat gizi pilihan keluarga.” lanjut Rachmat.

Untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan mengedukasi masyarakat akan sumber protein hewani yang terjangkau, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) untuk memberikan bantuan telur kepada panti jompo, panti asuhan, pondok pesantren dan yayasan sosial lainnya di beberapa daerah di Indonesia.

"Pembagian telur ini bertujuan untuk membagikan manfaat baik tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan. Hari ini merupakan peluncuran perdana untuk Jawa Barat dan berlanjut hingga 8 April nanti. Kami juga akan menjangkau lokasi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 1, 5, dan 8 April mendatang" kata Rachmat.

Tercukupinya kebutuhan nutrisi terutama protein hewani sangat penting untuk diperhatikan.

Karena protein hewani mengandung asam amino yang tidak tergantikan yang berfungsi sebagai zat pembangun dan mempengaruhi metabolisme.

"Tadi disampaikan bahwa kegiatan ini sudah rutin, dan kalau JAPFA sudah melakukan mengapa yang lain tidak ikut." ujar Arif Wicaksono, Kasubid. Higienis, Sanitasi, dan Penerapan.

“Kita dukung terus CSR, konsumsi kita sebenarnya setiap tahun terus meningkat, pertanyaannya meningkatnya itu dimana, meningkat mungkin hanya di sektor-sektor kelas perkotaan, tapi begitu di desa-desa lingkungan petermakan itu kurang, dengan program seperti ini meningkatkan konsumsi protein hewan yang mendampak sebenarnya kepada kecerdasan.” Arif melanjutkan.

Pembagian telur ayam dilaksanakan di unit penetasan milik JAPFA di Cicurug, Sukabumi.

Distribusi perdana ini meluncurkan 5 truk dengan jumlah sekitar 250.000 butir telur untuk 30 panti dan yayasan yang tersebar di di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

JAPFA terus menjalankan komitmennya untuk “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved