Pemerintah-DPR Loloskan Asumsi Makro 2018, Kurs Rupiah 13.300 - 13.500 Per Dollar

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, BI sudah mengeluarkan aturan penarikan utang asing di 2015.

Pemerintah-DPR Loloskan Asumsi Makro 2018, Kurs Rupiah 13.300 - 13.500 Per Dollar
KOMPAS IMAGES
Azis Syamsuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 dengan Badan Anggaran DPR.

Secara umum, Banggar DPR menyetujui asumsi makroekonomi R-APBN 2018 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 yang diusulkan pemerintah.

Bahan tersebut selanjutkan akan dijadikan dasar pembahasan Nota Keuangan oleh pemerintah.

"Berdasarkan rapat kerja pemerintah dan DPR beberapa waktu lalu tidak ada catatan. Asumsi fiskal RAPBN 2018 kami sahkan hari ini," kata Ketua Banggar DPR RI Aziz Syamsuddin di Ruang Rapat Banggar, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Namun demikian, dalam RKP 2018, Panja Banggar melihat ada dua hal yang perlu diperhatikan pemerintah.

Pertama, vaksinasi terhadap balita dan anak. Hal ini langsung disetujui oleh pemerintah untuk ditambahkan.

Kedua, Panja Banggar melihat bahwa prioritas ketahanan pangan perlu menambahkan komoditas bawang putih sehingga tak hanya bawang merah saja. Pasalnya, Indonesia banyak impor bawang putih.

Terkait hal ini, Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro juga menyetujui hal tersebut. Sementara untuk komoditas bawang putih untuk ditambahkan di pembahasan RKP 2018, dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kemtan)

“Kami akan akomodir mengenai bawang putih meskipun harus koordinasi dengan Mentan. Kami tidak keberatan dengan usulan tersebut,” sebutnya.

Ketiga, Banggar juga meminta pemerintah menegaskan poin mengenai utang swasta dalam laporan asumsi dasar dan kebijakan fiskal tentang pembiayaan utang.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved