Gandeng Grup Salim, ExxonMobil Siap Garap Bisnis Ritel BBM

Meski khusus untuk pengguna sepeda motor, BBM yang dijual ExxonMobil setara Ron 92.

Editor: Choirul Arifin
KONTAN
SPBU Shell 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih menjadi daya tarik bagi perusahaan migas global.

Setelah BP dan AKR Corporindo berencana membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bermerek BP, kini giliran ExxonMobil Indonesia yang siap menghadirkan SPBU Mini.

ExxonMobil tak sendirian memasuki bisnis distribusi BBM di Indonesia. Ada dua perusahaan yang ExxonMobil ajak kerjasama.

Dalam menghadirkan SPBU Mini, ExxonMobil menggandeng PT Indomobil Prima Energi, anak usaha Grup Salim.

Keduanya mengimpor BBM langsung dari Singapura dan Thailand.

Dalam kerjasama itu, ExxonMobil dan Indomobil menyiapkan pilot project 11 SPBU Mini yang sudah beroperasi di Purwakarta.

BBM yang dijual di SPBU tersebut berjenis Ron 92 dengan merek Mobil 92R.

Tahun lalu, ExxonMobil telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Indomobil Prima Energy untuk menyuplai BBM untuk industri dan komersial di Pulau Jawa.

ExxonMobil juga bekerjasama dengan Grup Indika.

Dalam jangka panjang, ExxonMobil menyewa selama 20 tahun fasilitas penyimpanan BBM milik PT Kariangau Gapura Terminal Energi, anak usaha Indika Energy di Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Saat ini proses pembangunan terminal sedang berlangsung.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menerangkan SPBU Mini ExxonMobil dibangun khusus melayani penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motor terutama di pelosok.

Meski khusus untuk pengguna sepeda motor, BBM yang dijual ExxonMobil setara Ron 92.

Baca: Jokowi Perintahkan ke Menteri, Defisit Neraca Perdagangan Setahun Harus Tuntas

Untuk membangun satu unit SPBU Mini, Djoko bilang, ExxonMobil hanya membutuhkan modal Rp 40 juta. Dengan investasi sebesar itu, ExxonMobil akan terus mengembangkan SPBU mini di Indonesia.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa menjelaskan, selain ExxonMobil, Shell Indonesia telah mengembangkan bisnis distribusi BBM ke luar Jawa, salah satunya ke Sumatra Utara. 

Selain kedua perusahaan itu, Fanshurullah menyatakan ada BP yang menggandeng AKR untuk membangun SPBU dan mengembangkannya di daerah.

"BPH menyambut positif semua badan usaha yang membuat SPBU atau penyalur skala kecil untuk memastikan pasokan. Daripada membangun skala besar di tempat ini, investasi mahal, sementara banyak tempat yang kosong," ujar dia.

Direktur PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu menyebutkan, AKRA dan BP memang menawarkan kerjasama kepada investor untuk membangun SPBU BP.

AKRA berencana membangun 17 SPBU non-subsidi pada tahun ini. Rencananya SPBU tersebut akan dibangun di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved