Malangnya AirAsia: Dari Rugi Nyaris Rp 1 Triliun hingga Menghilang dari Traveloka Cs

Akhir-akhir ini, rama diperbincangkan di sosial media soal tiket penerbangan AirAsia menghilang dari agen perjalanan online Traveloka dan Tiket.com.

Malangnya AirAsia: Dari Rugi Nyaris Rp 1 Triliun hingga Menghilang dari Traveloka Cs
Ria Anatasia
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (4/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis maskapai AirAsia Indonesia diterpa sejumlah tantangan selama satu tahun terakhir. 

Akhir-akhir ini, rama diperbincangkan di sosial media soal tiket penerbangan AirAsia menghilang dari agen perjalanan online Traveloka dan Tiket.com.

Buntut dari kondisi tersebut, AirAsia pun menarik seluruh penjualannya atau men-suspend Traveloka secara permanen.

Berikut rentetan tantangan yang harus dihadapi AirAsia:

1. Rugi Rp. 998 Miliar Sepanjang 2018

Perseroan mencatatkan, kerugian sebelum pajak sebesar Rp. 998 miliar sepanjang 2018. Hal ini disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta naiknya harga avtur.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menjelaskan, beban operasi perseroan untuk pembelian bahan bakar avtur meningkat sebesar 53 persen, dengan harga avtur rata-rata USD 64 per barel pada 2017 menjadi USD per barel di 2018.

Beban usaha lainnya seperti biaya sewa, perawatan, dan perbaikan pesawat juga meningkat disebabkan oleh pelemahan rupiah dan tambahan pesawat pada kuartal IV-2018.

"2018 merupakan tahun yang sangat penuh tantangan bagi operasional kami. Profitabilitas kami juga sangat terdampak oleh meningkatnya biaya operasional yang didorong oleh peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah sepanjang tahun," ujar Dendy.

Halaman
1234
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved