OJK dan Kemenkeu Ground Breaking Gedung Indonesia Financial Center di Kompleks SCBD

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso secara simbolis meresmikan pembangunan gedung

OJK dan Kemenkeu Ground Breaking Gedung Indonesia Financial Center di Kompleks SCBD
TRIBUNNEWS.COM/RIA
Prosesi ground breaking pembangunan gedung Indonesia Financial Center sebanyak 2 tower di kompleks SCBD, Jakarta, Selasa (2/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mulai memikirkan serius untuk memiliki gedung sendiri yang representatif untuk menjalankan aktkivitas kelembagaannya. Sejak berdiri pada akhir 2011, sampai kini OJK belum memiliki gedung sendiri. OJK masih ngantor dengan meminjam gedung milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI).

Mengantisipasi hal itu, OJK dan Kemenkeu sepakat menggunakan barang milik negara (BMN) di lokasi LOT-1 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta untuk lokasi pembangunan gedung sebanyak 2 tower untuk nanti sebagai kantor OJK dan akan diberi nama Indonesia Financial Center.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso secara simbolis meresmikan ground breaking dimulainya pembangunan gedung tersebut melalui prosesi penggalian tanah dan peletakan batu pertama, hari ini, Selasa, (2/4/2019). 

Turut hadir dalam acara tersebut. Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dan pejabat di sektor keuangan lainnya.

"Dengan MoU dan peresmian ini bisa beri semangat untuk percepat proses adanya gedung yang dibangun untuk kita ojk dan sektor jasa keuangan untuk bersinergi dan beri kontribusi optimal ke negara RI yang kita cintai ini," kata Wimboh di lokasi pembangunan gedung tersebut.

OJK akan membangun gedung, fasilitas penunjang, dan sarana prasarana lingkungan pada BMN tersebut. Pembangunan gedung, kata Wimboh, akan mempertimbangkan konsep the highest and best use dan ramah lingkungan sebagai platinum green building. Targetnya, pembangunan sudah rampung pada 2021 mendatang.

"Kami sudah sempat berdiskusi dengan pak gubernur DKI (Anies Baswedan) agar jadi ramah lingkungan, platinum green building," jelasnya.

Untuk biaya pembangunan, Wimboh mengatakan dananya berasal dari iuran yang dibayar perusahaan-perusahaan di sektor jasa keuangan setiap tahunnya.

"Kami sadar tidak mudah bangun gedung ini tapi dengan sinergi semua pihak kami akan libatkan berbagai instansi pemerintah, para ahli agar proses pembangunan menjaga prinsip good governance," jelasnya.

Baca: United Tractors Tawarkan Paket Perawatan dan Perbaikan Bus Scania, Mulai dari Rp 3,2 Jutaan

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved