Breaking News:

Allianz Indonesia: Pentingnya Kesungguhan dalam Penanganan Keluhan

Head of Corporate Communication Allianz Indonesia Murtiani Wahyuni bilang mayoritas nasabah Allianz telah merasakan kualitas pelayanan yang membaik

Kontan.co.id/Fransiskus Simbolon
Ilustrasi Allianz Indonesia. Kenalkan konsep perlindungan sejak dini dengan establishment baru di Kidzania. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Allianz Indonesia mengaku tidak masalah muncul banyak keluhan dari para pelanggan.

Hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi dalam sebuah bisnis.

"Keluhan dari pelanggan merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap bisnis. Yang terpenting adalah kesungguhan untuk menangani keluhan tersebut. Perusahaan selalu beritikad baik untuk menyelesaikan keluhan nasabah dan terus mengembangkan berbagai layanan digital untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik,“ ujar Head of Corporate Communication Allianz Indonesia Murtiani Wahyuni dalam pernyataannya, Rabu (24/7/2019).

Mayoritas nasabah Allianz, lanjut Yuni, juga telah merasakan kualitas pelayanan yang terus membaik.

Hal ini bisa terbukti dengan perolehan nilai NPS Allianz Life yang mencapai nilai tertinggi dibandingkan dengan pemain asuransi jiwa dan asuransi kesehatan lainnya selama tiga tahun berturut-turut sejak 2016 sampai 2018.

Allianz Indonesia juga terus berusaha meningkatkan pelayanan dengan menyediakan beragam layanan berbasis digital, mulai dari Allianz Discover, eAZy Connect, eAZy Payment, hingga eAZy Claim.

Yuni tidak menampik jika ada segelintir nasabah yang merasa tidak puas. Salah satunya adalah adanya keluhan dari salah seorang nasabah yang merasa dirugikan karena dana investasinya raib.

Setelah dilakukan pemeriksaan internal dari pihak Allianz Indonesia, diketahui nasabah tersebut adalah salah seorang agen Allianz yang membeli polis asuransi untuk dirinya sendiri dan ayahnya, terdaftar sebagai agen asuransi yang aktif berproduksi sejak 2017.

Saat ini, kata Yuni, agen yang juga merupakan nasabah tersebut sudah tidak aktif menjadi agen di Allianz sejak Januari 2019. Hal itu terkait dengan produktivitas yang tidak mencapai target sebagai seorang tenaga pemasar asuransi di Allianz.

Setelah dipelajari, perihal pengaduan tersebut ternyata terkait dana Top Up yang dilakukan pada tahun 2017 oleh yang bersangkutan beberapa kali ke nomor polis yang bukan miliknya, melainkan ke nomor polis atasannya, di mana hal tersebut sepatutnya tidak terjadi.

Halaman
123
Penulis: Deodatus Pradipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved