Menteri BUMN Ajak Pengusaha Kuliner Beralih ke Elpiji Nonsubsidi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mengajak pengusaha kuliner skala besar untuk beralih menggunakan LPG

Menteri BUMN Ajak Pengusaha Kuliner Beralih ke Elpiji Nonsubsidi
Reynas Abdila/Tribunnews.com
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mengajak pengusaha kuliner skala besar untuk beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi Bright Gas 5.5 Kg. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengajak pengusaha kuliner skala besar untuk beralih menggunakan Elpiji nonsubsidi Bright Gas 5.5 Kg.

Ajakan tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Menteri BUMN di Karawang, Jawa Barat.

Rini didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, menyempatkan diri mampir ke rumah makan Pepes H. Dirja di Walahar, Karawang.

Rumah makan pepes legendaris tersebut, merupakan salah satu warung makan favorit, dengan ciri khas menu aneka pepes.

Baca: Tak Sadar Direkam Ayu Dewi, Luna Maya Terkejut saat Ketahuan Hafal Nyanyi Lagu Terbaru Ariel Noah

Baca: Pro Kontra Wacana Bekasi Mau Gabung Jakarta, Ridwan Kamil Minta Wartawan Cek Hal Ini

Baca: Pilih Gabung Jadi Jakarta Tenggara Dibanding Bogor Raya, Wali Kota Bekasi: Kita Ini Betawi Medok

Selama ini, pemilik rumah makan ini yaitu Hajjah Dirja, mengaku menggunakan elpiji subsidi 3 Kg untuk keperluan memasak jenis lauk yang di goreng.

Dalam satu hari rata-rata penggunnaan bisa hahis tiga tabung hijau.

"Repot juga, kadang nanggung kalau lagi goreng ikan dan banyak tamu, tiba-tiba gasnya habis. Jadi harus ganti dulu," kata Hajjah Dirja menceritakan pengalamannya.

Kini dengan Bright Gas 5,5 Kg, dia berharap pekerjaan tidak terganggu dengan urusan ganti tabung.

"Selain praktis, warnanya juga cakep. Semoga mudah nyari isi ulangnya," katanya.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan, program edukasi persuasif kepada pengusaha usaha HORECA (Hotel, Restaurant dan Cafe), terus digalakkan Pertamina melalui jalur asosiasi maupun langsung ke pengusaha.

"Kami biasa menghimbau mereka, untuk move on ke LPG Non Subsidi melalui program trade-in seperti saat ini. Tentunya kami berharap langkah ini akan diikuti pengusaha restoran lainnya," kata Mas'ud Khamid.

Menurut Permen ESDM No. 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG Subsidi, disebutkan LPG 3 Kg diperuntukkan bagi masyarakat kategori pra sejahtera atau usaha mikro.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved