OECD Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019 dan 2020

Boone mengatakan, pertumbuhan ekonomi tertekan oleh perdagangan yang melemah terutama di kawasan Asia

OECD Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2019 dan 2020
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) kembali menurunkan proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu menjadi hanya 5% untuk tahun 2019 dan 2020.

Proyeksi tersebut lebih rendah dari perkiraan OECD pada Mei lalu di mana ekonomi Indonesia diramal masih dapat tumbuh pada level 5,1% di 2019 dan 2020.

Dalam laporan proyeksi ekonomi interim edisi September, Kamis (19/9), OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari sebelumnya 3,2% menjadi hanya 2,9% di 2019.

Baca: Punya Rencana Liburan Keluar Negeri? Coba Stopover di Singapore dengan Paket Menarik Ini!

Sementara, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2020 juga diturunkan dari 3,4% menjadi 3%.

Kepala Ekonom Laurence Boone menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dunia semakin rentan dan diliputi ketidakpastian akibat tensi perdagangan yang terus meningkat.

Ketegangan perdagangan global menimbulkan kontraksi perdagangan, menurunkan keyakinan investasi, menimbulkan ketidakpastian kebijakan, serta membebani pasar finansial dengan sentimen risiko.

“Kenaikan tajam harga minyak dunia akibat tensi geopolitik yang meningkat dan disrupsi suplai minyak Arab Saudi juga menambah ketidakpastian dan volatilitas keuangan global,” tutur Boone dalam laporannya.

Dalam konteks Indonesia, Boone mengatakan, pertumbuhan ekonomi tertekan oleh perdagangan yang melemah terutama di kawasan Asia. Hal ini membuat pertumbuhan ekspor Indonesia tertahan.

Belum lagi, OECD mengestimasi, pertumbuhan permintaan domestik di China akan terus menurun sekitar 2% per tahun sehingga berdampak pada perlambatan ekonomi global yang signifikan.

Terutama jika pelemahan ini dibarengi dengan memburuknya pasar keuangan dan makin bertambahnya ketidakpastian global.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved