Sukses di Australia, Bursa Kripto Zipmex Kini Rambah Indonesia dengan Harga Bitcoin Lebih Murah

Zipmex menawarkan harga Bitcoin yang lebih murah daripada harga Bitcoin di bursa kripto lokal di Indonesia.

Sukses di Australia, Bursa Kripto Zipmex Kini Rambah Indonesia dengan Harga Bitcoin Lebih Murah
HANDOUT
Pendiri dan CEO Zipmex, Marcus Lim 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah di Australia, bursa kripto Zipmex kini hadir menjangkau pengguna baru di Indonesia. Zipmex yang didirikan Marcus Lim, pengusaha asal Singapura yang juga dikenal sebagai pencipta marketplace Oneflare itu, didirikan pada tahun 2018 dan berekspansi di sejumlah negara lain.

Zipmex menawarkan harga Bitcoin yang lebih murah daripada harga Bitcoin di bursa kripto lokal di Indonesia.

Pendiri dan CEO Zipmex, Marcus Lim menyebut Indonesia memiliki volume perdagangan Bitcoin yang cukup tinggi secara global.

Hal inilah yang membuat Zipmex memilih Indonesia sebagai target pasar terbarunya. Lim melihat pasar Indonesia sangat strategis untuk memperluas jangkauan platform bursa kriptonya.

“Dengan membuka perwakilan di Indonesia, maka Zipmex akan bersaing dengan sejumlah pemain lokal. Bursa kami akan menjadi pertama di Indonesia yang mengumpulkan informasi volume perdagangan dari bursa-bursa terbesar di dunia serta layanan over-the-counter (OTC), sehingga mampu menyediakan likuiditas lebih tinggi bagi para pengguna,” jelas Lim.

Baca: Kerusuhan Meluas: Saatnya Jokowi Bicara, Jangan Hanya Lewat Menteri

Lim juga menyebutkan sejumlah keunggulan Zipmex yang bisa dinikmati oleh trader di Indonesia, di antaranya harga Bitcoin yang lebih murah daripada bursa lokal lain di Indonesia.

Selain itu keamanan dan kenyamanan di Zipmex adalah prioritas nomor satu, likuiditas dan volume perdagangan yang tinggi.

Baca: Rincian Lengkap 26 Poin UU KPK Hasil Revisi yang Berpotensi Melemahkan KPK

Salah satu keunggulan yang ditawarkan Zipmex adalah harga Bitcoin yang lebih murah dibanding bursa kripto lokal di Indonesia. Per Rabu (25/09) pagi, harga 1 BTC di Zipmex adalah US$8,729 atau Rp122.417.054 memakai kurs Rp14.029 per dolar AS.

Dibandingkan dengan bursa kripto di Indonesia, 1 BTC seharga Rp125.782.000 di Indodax, Rp124.073.000 di Rekeningku dan Rp122.922.176 di Triv.

“Prioritas keamanan dan kenyamanan yang tinggi bagi pengguna kami perkuat melalui skema asuransi senilai US$100 juta jikalau terjadi peretasan,” kata Lim dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews, Kamis (26/9/2019).

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved