Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Marak Demonstrasi, Faisal Basri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5,1 Persen

Faisal Basri menilai maraknya aksi demonstrasi pada September ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III

Marak Demonstrasi, Faisal Basri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5,1 Persen
Yanuar Riezqi Yovanda
Ekonom Senior Indef Faisal Basri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Senior Indef Faisal Basri menilai maraknya aksi demonstrasi pada September ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019.

Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi mentok di level 5,1 persen yang mayoritas didorong sentimen domestik, satu diantaranya yaitu demonstrasi.

Baca: Sekelompok Mahasiswa dan Ojek Online Berusaha Redam Kericuhan di sekitar Gedung DPR RI

Baca: KPK Disebut Hambat Investasi, Faisal Basri Ungkap Sebaliknya

"Pertumbuhan ekonomi kuartal III di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen," ujarnya di kantor Indef, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak banyak kena pengaruh dari ancaman resesi di beberapa negara akibat perang dagang.

Ancaman resesi global ke Indonesia tersebut dinilai kecil karena porsi ekspor tidak lebih 100 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Di Singapura itu ekspor 270 persen terhadap PDB, sehingga dampaknya besar jika ada resesi. Sedangkan, ekspor Indonesia cuma 20 persen, sehingga efeknya cuma 0,7 persen hingga 0,7 persen," katanya.

Sementara, Faisal menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan diperkirakan tidak lebih dari 5,4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini paling rendah 5 persen dan paling tinggi 5,4 persen," tuturnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved