Bandara Komodo Bakal Dikelola Asing, Presdir AP II: Biasa Saja, Bukan Hal Baru

Muhammad Awaluddin mengatakan, pelibatan pihak asing dalam pengelolaan bandara bukan hal yang baru.

Bandara Komodo Bakal Dikelola Asing, Presdir AP II: Biasa Saja, Bukan Hal Baru
Ria Anatasia
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin (kanan) bersama Direktur Astra Internasional Paulus Bambang (tengah) dan Direktur Utama Astra Digital Djap Tet Fa di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (9/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengumuman konsorsium pemenang lelang tahap I proyek Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur akan dilakukan dalam waktu dekat.

Dari kabar yang beredar, bandara tersebut berpotensi dikelola oleh pihak asing.

Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mempermasalahkan bila pihak asing ikut mengelola bandara di dalam negeri karena dianggap dapat membawa banyak keuntungan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pelibatan pihak asing dalam pengelolaan bandara bukan hal yang baru.

"Biasa saja, memang harus sudah begitu, saya rasa di situ pola kompetisi terjadi bagaimana membawa kebaikan di masing-masing layanan di bandara, sehingga bisa memuaskan pelanggan," kata Awaluddin di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (9/10/2019).

Awaluddin sepakat bahwa pemerintah tak bisa selalu mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur. Untuk itu, diperlukan modal baik dari investor lokal maupun asing.

Pengelola 16 bandara di Indonesia itu, kata Awaluddin, juga sudah biasa bekerja sama dengan pihak asing dalam pengembangan bandara-bandaranya.

"Kami sudah biasa saja menggandeng asing. Untuk program pemerintah yg biasa saja kita juga sudah mulai mengandeng asing, seperti Kualanamu itu kita yang menawarkan," katanya.

Terkait lelang proyek pengembangan Bandara Komodo, Awaluddin mengatakan masih menunggu pengumuman dari regulator.

"Labuan bajo belum diputuskan sama pemerntah ya kita tunggu saja," katanya.

Baca: Angkasa Pura II Kucurkan Dana Rp 150 Juta untuk Perbaiki Jalan di Pulau Messah

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengumuman konsorsium yang lolos tahap pertama untuk proyek perluasan Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur akan dilakukan pada pekan ini.

Menurutnya, saat ini tengah memfinalisasi untuk menentukan pemenang tender proyek tersebut.

"Kami lagi proses finalisasi mungkin satu minggu mendatang kita umumkan. Mungkin 10 atau 11 (Oktober)," kata Budi Karya di kantor BKPM, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Budi mengatakan, kemungkinan konsorsium yang memenangkan tender berasal dari kolaborasi antara investor lokal dan asing.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved