Kinerja Industri Jasa Keuangan Sepanjang 2019 Dinilai Masih Positif

Kinerja intermediasi industri jasa keuangan tetap tumbuh baik dengan tingkat permodalan yang memadai, serta likuditas dan profil risiko yang terjaga.

Kinerja Industri Jasa Keuangan Sepanjang 2019 Dinilai Masih Positif
net
Ilustrasi laporan keuangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja industri keuangan Indonesia sepanjang tahun 2019 masih positif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat selama 2019, di tengah pelemahan perekonomian global dan domestik, pertumbuhan sektor jasa keuangan masih positif dengan stabilitas sektor jasa keuangan terjaga.

Kinerja intermediasi industri jasa keuangan tetap tumbuh baik dengan tingkat permodalan yang memadai, serta likuditas dan profil risiko yang terjaga.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana mengatakan, kinerja positif industri jasa keuangan tak lepas dari peran OJK.

Baca: Kunjungi Norwegia, Wamendag Lanjutkan Misi Peningkatan Kinerja Ekspor

Baca: Jokowi Resmikan Proyek Runway III Bandara Soetta Karya PTPP

Baca: 2020 Diprediksi Menjadi Tahunnya Aset Kripto

Jika dilihat secara keseluruhan, Wisnu memandang kinerja industri perbankan Indonesia, khususnya memang masih berkinerja postif terlebih kalau dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Hal ini tentu tidak lepas dari fungsi pengawasan dari OJK yang telah memperkuat penerapan manajemen risiko serta mendorong peningkatan daya saing, melalui berbagai kebijakan yang diterbitkan," kata Wisnu di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Di tengah tekanan perekonomian global, kredit perbankan 2019 tumbuh 6,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kinerja kredit perbankan ditopang oleh sektor konstruksi yang tumbuh 14,6 persen (yoy) dan rumah tangga 14,6 persen (yoy). Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2 persen (yoy) yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan.

Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan gross perbankan tercatat 2,5 persen dan NPL net 1,2 persen.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio perbankan mencapai 23,3 persen, dengan likuiditas atau LDR 93,6 persen.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved