Virus Corona

Indonesia Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Virus Corona ke Sektor Manufaktur

Saat ini impor bahan baku industri maufaktur di Indonesia 30 persen berasal dari China.

TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Kunjungan Presiden Singapura Halimah Yacob ke Kementerian Perindustrian melihat langsung kegiatan workshop penerapan desain dan pengembangan kurikulum pelatihan industri 4.0 berbasis kompetensi, Rabu (5/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Virus corona membuat banyak negara kelabakan. Tidak hanya China tapi juga negara lain, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah sektor industri manufakturnya.

Impor bahan baku dari China kini terancam terganggu karena virus yang telah menewaskan lebih dari 300 orang tersebut terus menyebar ke mana-mana.

Saat ini impor bahan baku Indonesia 30 persen berasal dari China.

Melihat hal ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya mengantisipasi dengan mendorong penciptaan industri substitusi.

"Dampak corona pasti ada. Ini berpengaruh pada impor bahan baku untuk industri. Oleh sebab itu Kemenperin mendorong pengembangan industri subtitusi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/2/2020). 

Baca: Maybank Bali Marathon 2020 Siap Digelar, Registrasi Dibuka Mulai 25 Februari

Agar industri dalam negeri tak berhenti beroperasi, Menperin mengatakan Indonesia membuka masuknya investasi baru.

"Untuk jangka menengah dan panjang, ini merupakan kesempatan untuk Indonesia atau new player yang ingin investasi di Indonesia ke dalam produk-produk substitusi tadi," ujar Agus.

Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved