Virus Corona

IHSG Tertekan, Sekarang Waktunya untuk Borong Saham?

Dalam sebulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah tertekan sekitar 30 persen.

IHSG Tertekan, Sekarang Waktunya untuk Borong Saham?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wabah virus corona mempengaruhi berbagai sektor termasuk pasar keuangan Indonesia.

Dalam sebulan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah tertekan sekitar 30 persen.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi berpendapat saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk memborong saham-saham yang sudah terbilang murah.

"Saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali masuk ke pasar saham dengan mengoleksi saham-saham yang murah, karena sebenarnya fundamental Indonesia masih cukup baik," kata dia melalui siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Baca: Dari 103 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia, 53 Kasus Berada di DKI Jakarta

Baca: Perbedaan Pelemahan Rupiah Sekarang Vs Krisis 1998, Ini Penjelasan Gubernur BI

Ke depan sebut dia, koreksi terhadap pasar saham diperkirakan akan semakin terbatas. Setelah tekanan yang cukup dalam, membuat IHSG sempat berada pada level terendah di kisaran 3.936.

Menurut Lucky, pelemahan indeks yang cukup dalam ini mencerminkan ekspektasi laba bersih emiten terkoreksi lebih dari 20 persen.

Bahana Sekuritas memperkirakan tekanan terbesar terhadap pasar saham domestik telah berkurang meski masih akan ada berita negatif dari penyebaran kasus corona.

Namun dengan langkah pemerintah yang telah menambah beberapa rumah sakit khusus untuk menampung pasien yang terinfeksi korona, ditambah lagi kerja sama yang dilakukan dengan Cina untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta secara global didukung oleh cuaca yang mulai panas.

"Kasus ini cepat atau lambat akan teratasi, dan tidak akan berkepanjangan hingga bertahun-tahun, sehingga kami tidak melihat penyebaran virus ini akan berakhir pada resesi perekonomian seperti 1998 karena kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat," sebutnya.

Menurut dia, serangan virus ini terjadi secara global dan semua negara juga mengalami perlambatan perekonomian termasuk Indonesia yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada kuartal pertama dan kedua dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved