Perangi COVID-19, CBC Sarankan Relaksasi Defisit APBN Hingga 10%

Pemerintah Indonesia perlu dana besar untuk memerangi wabah Virus Corona jenis anyar atau COVID-19.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Rupiah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu dana besar untuk memerangi wabah Virus Corona jenis anyar atau COVID-19.

Untuk itu, perlu adanya relaksasi defisit pembiayaan hingga 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

President Director Center for Banking Crisis, Achmad Deni Daruri menerangkan, apabila angka defisit APBN hanya diproyeksikan 5%, dikhawatirkan ekspansi fiskal secara riil tidak akan berubah.

Padahal, perang melawan COVID-19 harus memiliki efek ekspansi fiskal yang riil yang signifikan.

Baca: KSP: Tidak Semua Daerah Dapat Berlakukan PSBB

"Sudah saatnya pembiayaan diutamakan dari IMF karena ancaman terbesar dari perang terhadap corona virus yang dilakukan oleh masyarakat dunia akan menyebabkan ancaman krisis neraca pembayaran. Targetnya, awal April dana pinjaman dari IMF sudah dijamin 100 persen diperoleh Indonesia jika membutuhkan," paparnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2020) kemarin.

Baca: Kartu Prakerja Buka Pendaftaran Mulai Awal April 2020, Berikut Syarat hingga Cara Daftarnya

Untuk menjalankan program-program safety net, kata Deni, pembiayaan dalam didapatkan dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), yang targetnya pada pertengahan April harus sudah terealisasikan.

"Untuk melakukan program bailout, pembiayaan diproyeksikan berasal dari pendanaan Bank Indonesia, seperti yang juga dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat," paparnya.

Untuk itu, lanjut Deni, Bank Indonesia (BI) harus segera melakukan currency swap dengan bank sentral Amerika Serikat secepatnya.

Untuk pinjaman bilateral akan sulit diperoleh karena semua negara membutuhkan dana untuk perang melawan corona virus ini.

Bahkan, China diperkirakan kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan PDB-nya mengalami negatif 9%.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved