Breaking News:

Mudik Lebaran 2020

Mudik Dilarang, Konsumsi BBM Diperkirakan Makin Anjlok

Penurunan konsumsi ini menyusul adanya larangan mudik serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang makin meluas

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengemudi ojek online (ojol) tengah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020). PT Pertamina (Persero) per 14 April ini memberikan promo cashback sebesar 50 persen yang dikhususkan bagi mitra pengemudi ojek online atau ojol. Kebijakan dilakukan sebagai upaya meringankan beban ojol yang terimbas wabah virus corona (Covid-19). Promo cashback ini hanya berlaku untuk pembelian BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertalite, dan Pertamax Turbo. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Waratawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman memprediksi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berada di kisaran 110.034 KL/hari atau turun 20 persen dibandingkan kondisi normal.

Penurunan konsumsi ini menyusul adanya larangan mudik serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang makin meluas di seluruh wilayah Indonesia.

Baca: Pertamina Prediksi Kebutuhan LPG Naik 6 Persen Selama Ramadan

Meski begitu, Pertamina tetap siaga mengamankan stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepanjang jalur utama tol maupun arteri.

"Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik. Tetapi seluruh SPBU di jalur utama tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi," tutur Fajriyah, Jumat (24/4/2020)

Pertamina, lanjutnya, tetap siaga mengamankan pasokan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, utamanya dalam penanggulangan Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan permintaan konsumen BBM turun drastis dalam RDP panja BUMN energi dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).

"Penurunan konsumsi BBM produk Premium dan Pertaseries ini mencapai 16,78 persen per hari dibandingkan Januari dan Februari 2020. PSBB membuat penjualan semakin tertekan," kata Nicke secara virtual.

Di ibu kota Jakarta, Nicke mengatakan permintaan pasar BBM turun sangat dalam hingga 59 persen dibandingkan kota-kota besar lainnya.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved