Breaking News:

Pertamina Dorong Masyarakat Mulai Konsumsi BBM Oktan Tinggi

Pertamina meluncurkan Program Langit Biru untuk mendukung dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi 

Volume konsumsi BBM Perta-Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di Provinsi Bali per Juni 2020 sudah mencapai 72% dari total konsumsi BBM Gasoline.

Selain itu, total konsumsi Perta-Series di Bali pada bulan Juni 2020 juga meningkat 18% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, mengatakan, dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan agar mau beralih ke bahan bakar yang lebih baik, rendah emisi sehingga tercipta pengurangan polusi udara dan lingkungan yang sehat minimal dengan melakukan pembelian produk Pertalite.

Rustam menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan keuntungan loyalty program dengan menggunakan aplikasi MyPertamina melalui promo lainnya yang sedang berlangsung yaitu cashback 30% maksimal Rp.20.000,- per hari untuk pelanggan setia Pertamina yang melakukan pembelian Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di seluruh SPBU Pertamina dengan transaksi non tunai menggunakan LinkAja dari aplikasi MyPertamina.

Program ini juga disiapkan sejalan dengan Denpasar Smart City, yang mengedepankan budaya ramah lingkungan dalam lingkup kewilayahannya. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut positif Program Langit Biru di Denpasar, Bali, karena selaras dengan gagasan Pemprov, Bali Era Baru, dengan mendorong animo masyarakat untuk Work From Bali.

“Mengajak masyarakat yang tidak hanya wisatawan untuk bekerja sambil berlibur dari Bali, dengan suasana yang ramah lingkungan, bebas kantong plastik, dan udara bersih rendah emisi,” ujarnya.

Menurut Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana (Unud), Dr. Ketut Gede Dharma Putra, Bali kini menghadapi ancaman pencemaran lingkungan hidup, salah satunya kualitas udara.

Ketut Gede menilai, tingkat pencemaran beberapa kawasan padat lalu lintas di Bali semakin bertambah setiap tahun, seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, terutama Badung Selatan.

Tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi ini dikhawatirkan bisa membuat para wisatawan jadi enggan datang ke Bali.

Ketut Gede mengatakan, penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kendaraan bermotor yang disebabkan sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved