Breaking News:

Jalan Tol Trans Sumatera Dinilai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Lukman mengungkapkan, presiden Jokowi sangat mengandalkan pembangunan JTTS untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Fahdi Fahlevi
Trans Sumatera 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) Lukman Edy mengatakan, Hutama Karya saat ini tengah fokus menggenjot percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hal ini, ia tegaskan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

"Rapat kabinet yang dipimpin Bapak Presiden Jokowi berkenaan dengan perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sangat jelas arahan dan perintahnya," kata Lukman di Kantor HK Cawang, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2020).

Lukman mengungkapkan, presiden Jokowi sangat mengandalkan pembangunan JTTS untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Baca: Tol Trans Sumatera Sepanjang 2878 Kilometer Ditargetkan Rampung Tahun 2024

Harapannya, JTTS bisa menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat yang merasakan langsung dampak positif terbukanya bentangan konektivitas dari Lampung hingga Aceh.

"JTTS akan menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi, apalagi di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi dunia saat ini akibat dari Covid-19. JTTS juga akan menimbulkan multy player effect hingga 3 kali lipat dari PDB seiring dengan terbukanya konektivitas, efisiensi waktu tempuh dan tumbuhnya daerah daerah ekonomi baru. Ini yang beliau (Jokowi) harapkan," ungkapnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, Hutama Karya menjadi BUMN yang mendapatkan kepercayaan presiden untuk membangun JTTS sepanjang 2.765 km dari Lampung hingga Aceh. Berdasarkan Perpres No. 100/2014, yang kemudian direvisi menjadi Perpres No. 117/2015, Hutama Karya telah menyelesaikan tol sepanjang lebih kurang 700 km.

"Pembangunan tol dengan berbagai skema pembiayaan, antara lain; ekuity plus loan, turn key atau EPC Plus Finansial, dan PINA (Pembiayaan Infrastruktur Non APBN)," terangnya.

Meski mendapatkan kepercayaan presiden, sambungnya, pihak Hutama Karya selalu melakukan koordinasi dengan Bappenas,Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, BKPM dan Kementerian/Lembaga lain untuk mendapatkan jalan terbaik penyelesaian JTTS ini, "Antar lembaga negara ini biar nyambung dan sinergi, kita koordinasikan semuanya, baik dari aspek teknis maupun aspek pembiayaannya, itu kita koordinasikan," ujarnya.

Lukman menyebut pemerintah memberikan dukungan yang cukup kepada Hutama Karya dalam bentuk PMN, "Ini yang kita syukuri. PMN sebagai ekuitas ini sangat berarti, sekaligus memberikan kepercayaan kepada skema-skema pembiayaan dari sumber lain, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," akunya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved