Breaking News:

IHSG Diperkirakan Akan Melemah Pekan Ini, Berikut Beberapa Penyebabnya

IHSG berpeluang konsolidasi melemah pada pekan depan, dengan support di level 5.074-5.031 dan resistance di level 5.162-5.200.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Reporter Kenia Intan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,21% ke level 5.082,99 pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2020). Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat tipis 0,07%. 

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi IHSG berpeluang konsolidasi melemah pada pekan depan, dengan support di level 5.074-5.031 dan resistance di level 5.162-5.200.

"Pelaku pasar dalam negeri perlu hati-hati dengan sentimen positif vaksin karena masih butuh waktu untuk memastikan suksesnya vaksin tersebut. Selain itu masih ada potensi gagal pada pengujian fase tiga," jelasnya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Minggu (26/7/2020). 

Sentimen lain terkait Covid-19 yakni meningkatnya infeksi yang menimbulkan kekhawatiran adanya kebijakan pengendalian seperti lockdown.

Sebab, hal tersebut dapat menekan situasi pemulihan aktivitas bisnis yang telah terjadi selama ini.

Selain itu, pelaku pasar saat ini mengharapkan laba dan potensi membaiknya bisnis perusahaan-perusahaan, khususnya yang berada di sektor teknologi. Ketika laporan tidak sesuai harapan maka pasar akan tertekan. 

Dari Amerika Serikat (AS), rilis data dinilai tidak terlalu baik seperti klaim pengangguran mingguan. Adapun saat ini pelaku pasar cenderung menanti rilis data PDB kuartal kedua.

Konsensus analis memperkirakan PDB AS turun 35%. 

Di sisi lain, pelaku pasar mengikuti kelanjutan stimulus fiskal pemerintah AS. Besar harapan ada paket  lanjutan yang tidak berbeda jauh dengan yang ada saat ini.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved