Breaking News:

Idul Adha 2020

Kemenhub Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Kendaraan di Libur Idul Adha

Saat Hari Raya Idul Adha ini tidak ada kebijakan larangan mudik seperti Hari Raya Idul Fitri.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Sejumlah pedagang hewan kurban menawarkan hewan kurban di Jalan KS Tubun Slipi, Jakarta Barat, Selasa(28/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menyiapkan sejumlah antisipasi lonjakan penumpang dan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menginstruksikan jajarannya untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang maupun lalu lintas kendaraan.

"Kami akan melakukan antisipasi di simpul transportasi, jalan nasional dan tol serta di daerah wisata yang diprediksi akan ada peningkatan arus kendaraan," ucap Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (29/7/2020).

Hal ini dilakukan, lanjut Budi, mengingat Hari Raya Idul Adha bertepatan pada Jumat (31/7/2020) yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan.

Baca: Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Salat Idul Adha di Rumah

"Kami juga telah mempersiapkan personel, dan berkoordinasi dengan kepolisan serta dinas perhubungan untuk meningkatkan pengawasan di lapangan," ucap Budi Karya.

Baca: Himbauan MUI Perihal Penerapan Protokol Kesehatan disaat Idul Adha

Tetapi Budi Karya mengatakan, saat Hari Raya Idul Adha ini tidak ada kebijakan larangan mudik seperti Hari Raya Idul Fitri.

"Hanya saja, kami meminta operator transportasi untuk bersama-sama menciptakkan transportais yang aman dan produktif," ujar Budi Karya.

Lanjut Budi Karya, hal ini berarti operator transportasi harus mengedepankan berkeselamatan, dan berkesehatan, mulai dari area keberangkatan, saat dalam perjalanan, dan ketika tiba di tujuan.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat, agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat menggunakan transportasi publik," kata Budi Karya.

Protokol kesehatan yang perlu dijalankan, menurut Budi Karya, adalah memakai masker dan pelindung wajah, menjaga jarak, sering mencuci tangan atau membawa hand sanitizer, memastikan telah melakukan rapid test atau PCR dengan hasil non reaktif Covid-19.

Selain itu Budi juga mengungkapkan, pihaknya menyediakan angkutan ternak untuk memenuhi angkutan pasokan hewan kurban di sejumlah daerah.

"Kami mengerahkan enam unit kapal ternak, untuk mengangkut kebutuhan hewan kurban dari dan ke daerah yang membutuhkan," ujar Budi Karya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved