Breaking News:

KLHK Kembangkan Aplikasi MontiR-AC, Masyarakat Bisa Pilih Teknisi AC yang Kompeten

Ia mengatakan, guna menciptakan pasar bagi teknisi RAC yang kompeten, pihaknya mengembangkan aplikasi MontiR-AC.

istimewa
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyiapan teknisi Refrigerasi dan AC (RAC) yang kompeten menjadi sangat penting.

Hal itu karena dapat menghindari terlepasnya refrigeran ke udara sekaligus melindungi penipisan lapisan ozon.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, guna menciptakan pasar bagi teknisi RAC yang kompeten, pihaknya mengembangkan aplikasi MontiR-AC.

Baca: KLHK Dorong Masyarakat Lokal Ikut Aktif Kelola Rehabilitasi DAS

“Aplikasi MontiR-AC memudahkan para teknisi dalam mendapatkan pekerjaan servis AC serta konsumen dapat dengan mudah mencari teknisi kompeten di sekitar tempat tinggalnya,” kata Ruandha di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Menurut dia, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui google playstore atau diakses melalui website www(dot)montirac(dot).com.

Sesuai dengan Permen LHK Nomor 73 Tahun 2019, per tanggal 18 Oktober 2021, teknisi yang dapat mengambil pekerjaan dalam aplikasi MontiR-AC adalah teknisi yang sudah tersertifikasi oleh BNSP.

Hal ini diberlakukan agar masyarkat mendapatkan layanan servis yang prima dari teknisi yang sudah tersertifikasi kompeten dan mampu melakukan perawatan peralatan pendingin dengan baik dan benar.

Selain itu, seorang teknisi kompeten yang telah tersertifikasi berpotensi mendapatkan pendapatan sebesar 2 – 5 kali Upah Minimum Regional (UMR).

Baca: Gakkum KLHK Tindak Jaringan Perdagangan Daring Cula Badak dan Gading Gajah

Ruandha menambahkan, populasi AC di Indonesia sangat banyak.

Karena itu, perlu banyak teknisi AC yang kompeten sehingga tidak melepas bahan perusak ozon ke udara.

“Saat ini diperkirakan perlu 100 ribu teknisi AC di seluruh Indonesia sedangkan yang tersedia baru sekitar 10 ribu. Dari jumlah itu, teknisi AC yang tersertifikasi baru sekitar 7 ribu orang,” urainya.

KLHK berharap dengan adanya kerja sama dengan BNSP bisa menghasilkan teknisi AC yang kompeten sehingga bisa meminimalisir jumlah bahan perusak ozon yang dilepas ke udara.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved