Breaking News:

Virus Corona

Komisi IX DPR Dukung Larangan Penggunaan Masker Scuba dan Buff di Transportasi Umum

Masker N95 kemampuan proteksi dari virus dan bakteri berada di urutan paling atas yakni 95-100 persen.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memperketat penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik KRL dan melarang penumpang menggunakan masker jenis scuba atau buff karena dinilai tak efektif mencegah risiko paparan bakteri. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena menyambut positif imbauan agar masyarakat tak menggunakan masker jenis scuba maupun buff saat berada di transportasi umum.

"Memang untuk pemakaian di transportasi umum sebaiknya menggunakan masker kain yang baik sampai tiga lapis atau pakai masker bedah/medis yang dijual bebas dari berbagai merek," ujar Melki, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (16/9/2020).

Politikus Golkar tersebut mengimbau pula agar perusahaan-perusahaan mengambil aksi dari imbauan ini. Salah satunya dengan membekali pada karyawan atau pekerjanya dengan masker yang sesuai dengan protokol kesehatan.

"Perusahaan atau owner dari tempat kerja sebaiknya membantu para pekerja untuk mendapat masker yang baik tersebut," kata Melki.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan masker menjadi salah satu cara pencegahan yang digunakan untuk mencegah covid 19.

Maka, Wiku pun sangat menyambut baik himbauan PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) telah menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penumpang mengenakan masker selama naik Kereta Rel Listrik (KRL).

Terlebih, himbauan itu melarang penumpang mengenakan masker jenis scuba maupun menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.

Hal itu disampaikan Wiku saat komferensi pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

"Masker kain yang bagus adalah yang berbahan katun dan berlapis tiga. Mengapa hal itu penting karena kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun," kata Wiku.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved