Minggu, 31 Agustus 2025

Resesi Ekonomi

Menkeu Klaim RI Lebih Baik dari Negara Lain soal Resesi, Ekonom Indef: ''Jangan Over Optimis''

Jika membandingkan dengan Vietnam, kata Bhima, pemerintah negara itu cepat melakukan antisipasi terkait penanganan pandemi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
ISTIMEWA
Bhima Yudhistira Adhinegara 

3. Aset

Pengambilan keputusan investasi didorong oleh emosi, membuat ekonomi yang buruk dapat terjadi.

Investor dapat menjadi terlalu optimis selama ekonomi kuat.

Kegembiraan irasional menggembungkan pasar saham atau gelembung real estat, di mana saat gelembung ini meletus, panic selling dapat menghancurkan pasar dan menyebabkan resesi.

4. Inflasi

Inflasi merupakan tren harga yang stabil dan naik dari waktu ke waktu. Inflasi yang berlebihan menjadi hal berbahaya.

5. Deflasi

Meskipun inflasi tak terkendali dapat membuat resesi, deflasi bisa menjadi lebih buruk.

Deflasi terjadi saat harga turun dari waktu ke waktu, menyebabkan upah menurun dan menekan harga.

6. Perubahan teknologi

Penemuan baru meningkatkan produktvitas dan membantu perekonomian dalam jangka panjang, tapi mungkin terdapat periode penyesuaian jangka pendek untuk terobosan teknologi.

Apa dampaknya pada masyarakat?

Menurut Fahmy, resesi akan berpengaruh pada pasokan atau supply barang yang menurun secara drastis, tapi permintaan tetap.

Sehingga, harga akan naik dan memicu inflasi. Inflasi yang tak terkendali membuat daya beli masyarakat menurun, menyebabkan pertumbuhan ekonomi semakin terpuruk.

Selain itu, resesi dapat meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan