Breaking News:

Gejolak Rupiah

BI: Rupiah Sempat ke Level Rp 16.575 Per Dolar AS di Awal Pandemi, Kini Sudah Menguat

BI menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) perlahan menguat dengan berbagai kebijakan dan stabilisasi

KONTAN/Fransiskus Simbolon
Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) perlahan menguat dengan berbagai kebijakan dan stabilisasi yang terus dilakukan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) perlahan menguat dengan berbagai kebijakan dan stabilisasi yang terus dilakukan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah sekarang bergerak stabil dan cenderung menguat dibanding awal pandemi corona atau Covid-19.

Baca juga: Bank Indonesia Kembali Buka Penukaran Uang Rupiah Rusak Mulai Besok, Simak Cara dan Syaratnya

"Memang kalau dilihat yang paling rendah itu adalah puncaknya di tengah pandemi Covid-19 saat kepanikan global pada 23 Maret 2020, waktu itu rupiah mencatat Rp 16.575 per dolar AS," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Terhadap Dolar AS Kamis, 12 November 2020 Melemah ke Rp 14.187

Kemudian, Perry menjelaskan, pelan tapi pasti rupiah terus menguat dari sejak Maret hingga November sekira 17,8 persen, meski secara tahun kalender masih melemah 1,2 persen.

"Sejak (Maret) itu menguat secara signifikan sekira 17,8 persen, sehingga kalau kita lihat year to date (tahun kalender), nilai tukar itu melemah sekira 1,2 persen," katanya.

Di sisi lain, cadangan devisa pada Oktober 2020 meningkat jadi 133,7 miliar dolar AS dibanding kuartal II 2020 sebesar 131,7 miliar dolar AS untuk menopang stabilisasi nilai tukar.

Perry memperkirakan defisit transaksi berjalan tahun ini berada di level rendah yakni di bawah 1,5 persen dan tahun depan di kisaran 1,5 persen.

"Di tahun depan itu kurang lebih sekira 1,5 persen, sehingga secara keseluruhan mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved