Keamanan Siber Kian Diperkuat, Tim CSIRT Kantongi Tertinggi di ICE 4.0
Semen Indonesia Tbk (SMGR) melalui Tim SIG CSIRT (Computer Security Incident Response Team) berhasil meraih Juara 1
Ringkasan Berita:
- ICE 4.0 merupakan kompetisi simulasi tanggap insiden siber sektor industri.
- Keamanan siber atau cybersecurity merupakan pilar transformasi digital perseroan.
- Pembentukan Tim SIG CSIRT menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan siber.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melalui Tim SIG CSIRT (Computer Security Incident Response Team) berhasil meraih Juara 1 pada ajang kompetisi simulasi keamanan siber bertajuk Industrial Cyberdrill Exercise (ICE 4.0) yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Wakil Direktur Utama SMGR, Andriano Hosny Panangian mengatakan, keamanan siber atau cybersecurity merupakan pilar transformasi digital perseroan untuk mewujudkan infrastruktur teknologi yang dapat diandalkan dalam mendukung kelancaran operasional bisnis Perusahaan.
"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh insan SIG untuk bersama-sama meningkatkan keamanan infrastruktur teknologi digital Perusahaan,” kata Andriano dikutip Jumat (21/11/2025).
Baca juga: Industri Semen Indonesia dan China Kerjasama Penanganan Waste Heat Recovery
ICE 4.0 merupakan kompetisi simulasi tanggap insiden siber sektor industri yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas CSIRT Organisasi di sektor industri dalam menghadapi serangan siber.
Tim SIG CSIRT berhasil meraih Juara 1 setelah menyisihkan 43 tim CSIRT Organisasi di sektor industri yang telah terdaftar di BSSN.
Kompetisi ini sendiri dikemas dalam bentuk gamifikasi, di mana masing-masing tim harus melalui empat babak yang meliputi simulasi serangan untuk menguji kemampuan ofensif (eksploitasi dan penetrasi); simulasi pertahanan dan respons terhadap insiden (analisis forensik, log, dan deteksi ancaman); simulasi serangan dan pertahanan secara real time; serta fase puncak yang menuntut kecepatan dan ketahanan sistem dalam mempertahankan kendali dari serangan.
Andriano menjelaskan, pembentukan Tim SIG CSIRT menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan siber dan melindungi infrastruktur informasi vital Perusahaan.
Baca juga: Industri Semen Indonesia dan China Kerjasama Penanganan Waste Heat Recovery
"SIG juga menjalankan program SIG Agent of Security Education, Training and Awareness (SETA) untuk memberikan sosialisasi secara periodik kepada seluruh karyawan tentang pentingnya keamanan siber," paparnya.
"Dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh insan perusahaan, kami meyakini dapat membangun teknologi digital yang andal dalam rangka melanjutkan perjalanan transformasi digital Perusahaan,” ujar Andriano.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Group-Head-Of-Technology-Digitalization-Process-Excellence-SIG.jpg)