Breaking News:

Wamendag Nilai Perundingan Dagang Indonesia-EU CEPA Bisa Tingkatkan Ekspor Buah ke Eropa

Wamendag berharap fasilitas pemotongan tarif yang digagas melalui EU-CEPA membuat harga buah tropis asal Indonesia bisa makin merajai pasar Eropa.

Fitri Wulandari
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020) sore 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai bahwa perundingan dagang Indonesia-EU CEPA (European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) bisa menjadi jalan bagi peningkatan ekspor buah ke pasar Eropa.

Menurutnya, Eropa merupakan pasar besar buah tropis seperti nanas, pisang, dan manggis.

Baca juga: Wamendag Optimistis Produk Teknologi Indonesia Bisa Bersaing di Level Dunia

Wamendag berharap fasilitas pemotongan tarif yang digagas melalui EU-CEPA membuat harga buah tropis asal Indonesia bisa makin merajai pasar Eropa.

“Saya dapat masukan bahwa untuk saat ini buah Indonesia sangat diminati di pasar Eropa. Untuk nanas saja, kita menguasai pangsa pasar lebih dari 25 persen di Eropa. Kita bahkan bisa menang dari pesaing kita seperti Filipina yang tidak dikenakan tarif impor,” kata Jerry dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Di menyampaikan Indonesia saat ini justru dikenakan tarif impor sebesar 14,9 persen.

Baca juga: GSP Diperpanjang, Wamendag: Amerika Serikat adalah Mitra Dagang Indonesia yang Sangat Penting

“Dengan EU-CEPA kita bisa sama dengan Filipina, tarif impornya nol persen dan pasti kita akan menguasai lebih banyak pasar di Eropa,” tambah dia.

Bukan hanya buah, keberhasilan perundingan akan mendorong produk-produk barang dan jasa asal Indonesia bisa makin mudah menembus pasar Eropa.

Sebelumnya, EU-CEPA rencananya diselesaikan tahun ini, tetapi karena pandemic beberapa ronde perundingan harus tertunda sementara.

Wamendag menambahkan pasar besar buah Indonesia sebenarnya bukan hanya di Uni Eropa tetapi justru yang dekat ada di China, Jepang dan Timur Tengah.

China membutuhkan jumlah buah tropis yang sangat besar yang harus ditangkap peluangnya oleh para pengusaha.

“China relative dekat dengan Indonesia disbanding Eropa. Saat ini mereka lebih banyak mendapat pasokan buah tropis dari negara-negara Amerika Tengah seperti Costarica. Itu peluang yang sangat besar bagi Indonesia,” beber Jerry.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved