Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Ini Langkah Angkasa Pura II Mengantisipasi Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru

puncak arus mudik akan terjadi pada 23–24 Desember 2020 dan 30-31 Desember 2020. Kemudian puncak arus balik pada 3 Januari 2021.

Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas penumpang saat berada di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). PT Angkasa Pura II Persero tetap menerapkan protokol Covid-19 para penumpang pun diwajibkan membawa persyaratan seperti identitas diri, dokumen penerbangan dan hasil rapid test atau PCR test negatif Covid-19, Ketatnya persyaratan bagi penumpang pesawat yang akan berpergian membuat kondisi bandara sepi dari biasanya. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Antisipasi puncak arus mudik Libur Natal 23-24 Desember 2020 dan Tahun Baru pada 30-31 Desember 2020, PT Angkasa Pura II (Persero) akan melakukan monitoring lalu lintas penerbangan hingga 4 Januari 2021.

Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebutkan, monitoring ini ini dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan di 19 bandara yang dikelola berjalan dengan lancar.

Baca juga: Program dari Angkasa Pura II Ini Dinilai Mampu Berikan Perlindungan Bagi Konsumen

Baca juga: Jelang Libur Panjang Natal dan Tahun Baru, Ini Persiapan yang Dilakukan Angkasa Pura II

"Selain itu pada periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, kami akan kembali mengaktifkan posko sebagai wadah 3C (Coordination, Communication dan Collaboration) antara stakeholder," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

Pada tahun sebelumnya, lanjut Awaluddin, posko ini hanya digunakan untuk memantau tren lalu lintas penerbangan.

Tetapi pada tahun ini karena adanya Covid-19, tugas Posko bertambah yakni memonitor operasional bandara dan pelayanan.

Baca juga: KAI Siapkan 43 Keberangkatan KA Jarak Jauh Hingga 31 Desember 2020

“Posko Nataru 2020/2021, akan memiliki key performance indicator untuk memonitoring area operasional dan pelayanan guna menjaga kinerja sumber daya manusia, keandalan infrastruktur di sisi udara dan darat serta penerapan berbagai prosedur," ujar Awaluddin.

Menurut AWaluddin, monitoring aspek operasional di bandara seperti memastikan penerapan physical distancing, kelancaran validasi dokumen rapid test/PCR test dan check in area.

"Sementara salah satu monitoring aspek pelayanan antara lain memastikan ketersediaan hand sanitizer, pelaksanaan desinfeksi serta kebersihan di setiap area," kata Awaluddin.

Selain itu Awaluddin juga mengungkapkan, pihaknya juga akan memantau tren lalu lintas penerbangan secara real time sebagai salah satu upaya dalam mengantisipasi dan menjaga operasional bandara berjalan lancar.

Terkait dengan lalu lintas penerbangan, Awaluddin pun menjelaskan, bahwa pihaknya memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 23–24 Desember 2020 dan 30-31 Desember 2020. Kemudian puncak arus balik pada 3 Januari 2021.

"Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat, kami tentunya mempersiapkan personel, infrastruktur di sisi udara dan terminal penumpang dipastikan siap digunakan," ujar Awaluddin.

Tak hanya itu, Awaluddin menuturkan, Angkasa Pura II juga siap memberikan kepastian adanya slot time penerbangan bagi maskapai, alokasi penerbangan tambahan dan perpanjangan jam operasional bandara-bandara apabila dibutuhkan.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved