Rabu, 27 Mei 2026

Begini Peluang Investasi Bitcoin, Saham dan Forex di Tahun 2021

Di awal tahun ini saja Bitcoin sempat meroket ke angka $40.000, sebelum akhirnya harus turun kembali.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
ist
Investor Fest 2021 menghadirkan sejumlah pembicara ahli di bidang saham, forex dan cryptocurrency yang akan memberikan analisa baik teknikal hingga fundamental untuk melihat gambaran pasar ketiga investasi tersebut di tahun 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Oscar Darmawan, CEO Indodax mengatakan, tahun 2021 ini menjadi tahun bullish bagi Bitcoin yang diikuti dengan banyaknya investor besar masuk ke aset crypto tersebut.

Di awal tahun ini saja Bitcoin sempat meroket ke angka $40.000, sebelum akhirnya harus turun kembali.

Kesempatan turun ini bisa dimanfaatkan oleh para trader untuk melakukan pembelian, namun harus tetap memerhatikan risiko yang ada. Sebab pasar crypto adalah pasar yang volatil.

“Saran saya jika ingin membeli crypto pilihlah yang market capnya besar, seperti Bitcoin dan Ethereum karena harganya tidak terlalu volatil.

Karena kalau market cap nya kecil ada kemungkinan menjadi abu karena untuk menjaga market cap butuh kepercayaan dari market,” kata Oscar saat menyampaikan materi mengenai crypto outlook 2021 di ajang Investor Fest 2021 yang dilakukan secara virtual, Sabtu (30/01/2021).

Baca juga: Harga Bitcoin Melesat 14 Persen Gara-gara Bos Tesla Elon Musk

Lalu bagaimana dengan kondisi pasar saham di 2021?

Ellen May, Founder dari EmTrade mengatakan, tahun 2021 menurutnya Indonesia dan negara lain sedang mengalami masa pemulihan ekonomi.

“Kata kuncinya tahun ini adalah komoditas yang masih akan menguat, minyak, batubara, beras, gandum.

Baca juga: Kenali Bitcoin, Bedanya dengan Mata Uang Digital Lain dan Peluang E-Rupiah 

Menurut saya Nikel juga masih akan jadi game changer tahun ini walau saat ini masih banyak yang nyangkut di sana,” kata Ellen saat memberikan materi mengenai stocks outlook 2021.

Ellen pun menggarisbawahi kondisi IHSG yang saat ini yang turun masih terbilang wajar, karena saat Maret dan Desember tahun lalu IHSG naik begitu cepat, bahkan lebih signifikan dibanding tahun 2008.

Baca juga: 5 Cara Investasi Emas Batangan Antam, Teknik Klasik hingga Sistem Forex Trading

Ia memprediksi jika akhir tahun IHSG akan ditutup sekitaran Rp6.800-Rp7.250

Ia pun menyarankan untuk para investor atau calon investor saham untuk memiliki risiko manajemen yang baik.

Ellen pun mengedukasi untuk tahun ini ada baiknya membagi portofolio saham dengan bijak, misalnya dengan 80% untuk investasi atau menabung saham, dan 20% untuk trading jangka pendek.

“Nabung saham ketika market lagi jatuh, kalau ingin masuk beli di Februari untuk long term atau masuk di bulan Maret.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved