Selasa, 12 Mei 2026

Mengenal Wine Lokal Asal Bali dengan Kualitas Internasional

Sababay Winery Bali telah dikenal secara global, karena meraih berbagai penghargaan internasional seperti ajang The AWC di Vienna International Wine.

Tayang:
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Tempat fermentasi wine Sababay Winery, Gianyar, Bali, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendapatkan minuman yang berasal dari buah anggur yaitu wine, bukanlah hal sulit di Indonesia. Berbagai merek minuman dari olahan buah anggur, banyak ditemukan di Indonesia dengan kategori lokal maupun import.

Penikmat wine di Indonesia, terbilang cukup banyak. Biasanya penikmat wine adalah orang yang ingin mencari ketenangan saat menikmatinya.

Wine juga tentunya bisa dinikmati berdua dengan pasangan dengan suasana yang romantis.

Produsen wine di Indonesia sendiri cukup banyak, salah satunya adalah Sababay Winery Bali. Sababay juga dikenal sebagai salah satu produsen wine terbaik yang ada di Bali.

Sababay memang bukanlah produsen pertama yang memproduksi wine di Bali.

Sababay Winery Bali berdiri pada 2010, dan Evi Gozali dengan Mulyati Gozali lah yang menginisiasi pembuatan wine ini.

Uniknya, Evi dan Mulyati Gozali tidak pernah terpikirkan untuk membuat olahan dari anggur yaitu wine.

Tempat fermentasi wine Sababay Winery, Gianyar, Bali, Selasa (30/3/2021).
Tempat fermentasi wine Sababay Winery, Gianyar, Bali, Selasa (30/3/2021). (Istimewa)

Saat itu mereka hanya ingin membantu para petani anggur di Banjar, Buleleng karena menemukan fakta bahwa anggur yang dijual para petani ini hanya Rp 500 per kilogram.

Berawal dari hal tersebut, Evi dan Mulyati Gozali pun berniat mendirikan usaha yang dapat memberikan kehidupan yang layak untuk para petani anggur di Banjar, Buleleng.

Pada 2010 akhirnya Sababay Winery Bali pun didirikan.

Setelah perusahaan ini berdiri, belum memproduksi wine tetapi untuk memproduksi jus anggur.

Setelah melihat bahwa harga jualnya yang rendah hanya Rp 50 ribu per liter, Evi dan Mulyati akhirnya berpikir untuk membuat wine karena harga jual yang tinggi dibandingkan jus anggur.

Akhirnya, Evi dan Mulyati pun bekerja sama dengan para petani anggur di Banjar, Buleleng yang memiliki kebun anggur seluas 80 hektar.

Baca juga: Tersangka Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo Mengaku Gemar Minum Wine

Baca juga: KPK Ungkap Fakta Edhy Prabowo Beli Wine dari Eks Caleg Gerindra Pakai Uang Suap

Saat itu lah para petani diberikan pelatihan untuk menghasilkan anggur yang berkualitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved