Senin, 13 April 2026

Sepanjang 2020, Perusahaan Pengolah Makanan Beku Berbasis Udang Catatkan Laba 10,2 Juta Dollar AS

Peningkatan penjualan dipicu strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian yang bernilai tambah

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN/DANY PERMANA
Pekerja mengolah udang di pabrik PT Panca Mitra MultiPerdana di Situbondo, Jatim, Minggu (18/3/2018). PT Panca Mitra MultiPerdana salah satu exportir udang beku terbesar dari Indonesia, yang memiliki pabrik seluas 16 hektar di Situbondo, saat ini menargetkan 20.000 ton produk jadi di tahun 2018 untuk memenuhi pasar ekspor Amerika dan Jepang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berhasil mencatat kinerja positif selama 2020, baik dari sisi top line maupun bottom line.

PMMP mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar US$ 170,6 juta, meningkat sebesar 19,5% secara YoY dari sebelumnya sebesar US$ 142,7 juta.

PMMP juga mampu mencetak laba bersih sebesar US$ 10,2 juta meningkat signifikan sebesar 78,3% dibandingkan dengan laba bersih Perseroan tahun 2019 sebesar US$ 5,7 juta. 

Kinerja cemerlang selama tahun 2020 ini didukung oleh meningkatnya penjualan ekspor Perseroan, terutama ke Amerika Serikat, yang meningkat sebesar 27%, menjadi US$ 138,3 juta dari US$ 108,8 juta.

Pertumbuhan penjualan ini juga berdampak pada meningkatnya Laba Kotor Perseroan pada 2020 menjadi US$ 35,3 juta, meningkat sebesar 20% dari Laba Kotor 2019 sebesar US$ 29,4 juta.

Baca juga: Sepanjang 2020, Berkah Beton Sadaya Raup Laba Bersih Rp 20,79 Miliar

Hal ini disebabkan oleh strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian Value Added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.

“Marjin laba kotor kita meningkat dari 20,6% menjadi 20,7%, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan penjualan produk Value Added, mulai tahun 2020. Hal ini akan terus kami pertahankan pada tahun 2021, untuk terus meningkatkan profitabilitas Perseroan ke depannya,” jelas Martinus Soesilo, Direktur Utama PMMP pada keterangan resminya, Senin (12/4/2021).

Selanjutnya, Laba Bersih Perseroan mencapai US$ 10,2 juta.

Pencapaian ini meningkat signifikan sebesar 78,3% dari Laba Bersih Perseroan pada tahun 2019 sebesar US$ 5,7 juta.

Di sisi lain, total liabilitas PMMP berhasil turun menjadi US$ 183 juta pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar US$ 191 juta yang disebabkan oleh menurunnnya utiisasi hutang bank jangka pendek Perseroan dari US$ 157 juta menjadi US$ 149 juta dan hutang bank jangka panjang Perseroan dari US$ 6,3 juta menjadi US$ 3,9 juta.

Baca juga: Revitalisasi 8 Gudang, BGR Logistics Hemat Biaya Sewa Hingga Rp 5,7 Miliar

“Tahun lalu, kami mampu menurunkan hutang bank jangka pendek kami, yang disebabkan dengan meningkatnya penjualan, profitabilitas dan efisiensi operasional Perseroan,” ujar Martinus.

Total aset Perseroan pada 2020 naik menjadi US$ 248 juta dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$ 237 juta.

Total ekuitas Perseroan juga meningkat dari US$ 65 juta menjadi US$ 46 juta.

“Di tengah pandemi Covid-19, Perseroan mampu mencapai target kinerja selama tahun 2020 dengan menerapkan strategi bisnis yang optimal dan didukung oleh kinerja operasional Perseroan yang sangat baik.

Hal ini juga didukung oleh pasar Perseroan yang mayoritas adalah ritel terutama di Amerika Serikat dan Jepang yang mendistribusikan produk yang diproduksi oleh Perseroan dan dijual secara online maupun offline.

Pada pandemi ini, pola consumer behaviour cenderung memilih untuk berbelanja di supermarket dan retailer, lalu memasak sendiri produknya dirumah.

Hal ini mendorong meningkatnya penjualan kami selama tahun 2020, terutama pada pihak retailer baik di Amerika Serikat maupun Jepang,” kata Martinus.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved