Breaking News:

AIA Dukung Penindakan Tenaga Pemasar Asuransi yang Langgar Kode Etik

AIA telah mengeluarkan anggaran Rp 1 triliun tahun lalu dalam program AIA Premier Academy untuk peningkatan dan kapabilitas para tenaga pemasar

istimewa
ILustrasi asuransi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT AIA Financial mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas tenaga pemasar asuransi yang melanggar kode etik perusahaan dalam menawarkan produk asuransi unit link kepada masyarakat. 

Chief Marketing Officer AIA Financial Lim Chet Ming mengklaim seluruh tenaga pemasarnya memiliki sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan telah mengikuti proses pelatihan internal, serta pelatihan berkelanjutan.

"Tidak ada toleransi ataupun pengecualian bagi tenaga pemasar asuransi yang melanggar kode etik perusahaan dan kode etik AAJI, yang termasuk mengatur ketentuan market conduct," kata Lim Chet Ming dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: OJK Mewanti-wanti, Hati-hati Berinvestasi di Produk Unit Link, Pelajari Risikonya

Menurutnya, tenaga pemasar di perusahaan asuransinya dituntut bekerja sesuai aturan yang ditetapkan perusahaan dan wajib mematuhi ketentuan hukum, serta memiliki pemahaman literasi keuangan yang mumpuni.

Baca juga: Anjlok, 3 Juta Peserta Tidak Lanjutkan Asuransi Unit Link Akibat Pandemi

Bahkan, kata Lim, pihaknya telah mengeluarkan anggaran Rp 1 triliun tahun lalu dalam program AIA Premier Academy untuk peningkatan dan kapabilitas para tenaga pemasar.

"AIA juga melakukan program edukasi untuk nasabah dan publik, terutama terkait produk-produk asuransi di Indonesia," ucapnya.

Baca juga: OJK: Perusahaan Asuransi Benamkan 80 Persen Portofolio Investasinya di Pasar Modal

Lim menyebut, seluruh produk asuransinya dirancang dengan fitur dan manfaat yang sudah mengikuti aturan OJK, di mana produk asuransi berbasis unit link AIA mengutamakan proteksi seperti adanya fitur asuransi tambahan (rider). 

Kemudian, skema uang pertanggungan minimal lima kali dari premi dasar produk asuransi unit link, sebagaimana sesuai yang dipersyaratkan OJK.

"Proses pemasaran dan penerbitan polis unit link, telah memasukan proses financial need analysis, risk profile questionnaire, ilustrasi, welcome call dan pemberian free look periode yang bantu nasabah untuk membeli produk sesuai kebutuhannya dan memahami fitur produk unit link yang dibeli," kata dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved