Breaking News:

Penanganan Covid

Menteri PPN: Tahun 2022 Indonesia Lepas dari Pandemi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5,8 Persen

Suharso optimistis tahun 2022 akan menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Fransiskus Adhiyuda
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan, tahun 2020 dan 2021 menjadi tahun penuh tantangan karena harus menghadapi pandemi Covid-19.

Bahkan, hal itu juga dirasakan tak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Namun, Suharso optimistis tahun 2022 akan menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Suharso saat pembukaan Musrenbangnas 2021 melalui siaran kanal YouTube BappenasRI, Selasa (4/5/2021).

"Tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama Indonesia lepas dari tekanan pandemi dan merupakan tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi," kata Suharso.

Baca juga: Kebijakan Fiskal 2022 Dinilai Belum Mendukung Pemulihan Ekonomi Hijau

"Indonesia membutuhkan rata-rata pertumbuhan 6 persen untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan lepas dari meddle income trap sebelum tahun 2045," tambahnya.

Baca juga: Penjualan Properti Naik 39,6 Persen Jadi Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi

Dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, Suharso menyebutkan bahwa tantangan Indonesia tidak saja pemulihan ekonomi nasional, namun juga transformasi ekonomi dalam jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan sejak sekarang. 

Memahami kondisi tersebut, Suharso menyebut RKP tahun 2022 mengusung tema pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. 

Sesuai RKP tahun 2022 telah ditentukan sasaran pembangunan dalam RKP 2022 yang terdiri dari beberapa indikator utama, yaitu;

1. Pertumbuhan ekonomi, antara 5,2 - 5,8 persen.

2. Tingkat pengangguran terbuka 5,5 - 6,2 persen

3 . Tingkat kemiskinan 8,5 - 9 persen

4. IPM 73,44 - 73,48

5. Pengurangan emisi gas rumah kaca 26,8 - 27,1 persen

6. Rasio gini 0,376-0,378.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved