Breaking News:

Kebutuhan Tinggi, BPSDMI Pasok SDM Industri di Sulawesi Lewat Sekolah Vokasi

BPSDMI Kemenperin terus mencetak SDM Industri melalui sekolah dan kampus vokasi yang ada di Sulawesi.

dok BPSDMI Kemenperin
BPSDMI memiliki dua Sekolah Menengah Kejuruan, dua Politeknik, satu Akademi Komunitas (AK) di wilayah Sulawesi yang telah mencetak setidaknya 1.187 lulusan kompeten dan siap kerja yang terserap tidak hanya di wilayah Sulawesi namun tersebar di seluruh Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mendukung pertumbuhan industri di wilayah timur Indonesia, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus mencetak SDM Industri melalui sekolah dan kampus vokasi yang ada di Sulawesi.

BPSDMI memiliki dua Sekolah Menengah Kejuruan, dua Politeknik, satu Akademi Komunitas (AK) di wilayah Sulawesi yang telah mencetak setidaknya 1.187 lulusan kompeten dan siap kerja yang terserap tidak hanya di wilayah Sulawesi namun tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Lewat Pendidikan Vokasi, BPSDMI Berhasil Hubungkan 2.615 SMK dengan 856 Industri

Dalam mendukung pertumbuhan Industri, maka kebutuhan akan tenaga kerja industri yang tidak hanya level operator, namun pula level supervisor dan supertintendant juga harus dipenuhi. Pemenuhannya melalui lulusan pendidikan tingi.

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan, menjelaskan bahwa Kemenperin membangun beberapa unit pendidikan tinggi berbentuk Politenik dan Akademi Komunitas di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri di Indonesia, salah satunya ada di Bantaeng dan Morowali.

“Pendirian Politeknik dan Akademi Komunitas di Kawasan Industri akan mendukung tersedianya SDM Industri yang tentu saja akan mendukung iklim investasi di wilayah itu,” tambah Arus, akhir pekan lalu.

Permintaan SDM banyak, pasokan kurang

Kebutuhan tenaga kerja industri di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kawasan industri di daerah tersebut.

“Setiap tahun sekitar 96 lulusan AK Manufaktur Bantaeng terserap di industri. Salah satunya di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia,” sebut Arus Gunawan di sela-sela kunjungan kerjanya di kampus AK Bantaeng. Ini menambah supplai lulusan Politeknik ATI Makasar yang tahun 2020 meluluskan 490 orang. Ini pun masih sedikit dibanding kebutuhan yang ada.

AK Manufaktur Bantaeng menyelenggarakan pendidikan Diploma 2 untuk tiga program studi, yaitu Teknik Perawatan Mesin, Teknik Listrik dan Instalasi, serta Analisis Kimia.

“Ke depan karena kawasan ini berkembang pesat, kami akan mendorong kampus untuk menyelenggarakan program pendidikan vokasi industri setara D1 untuk mendukung operasional sektor industri di Bantaeng,” jelasnya.

Baca juga: BPSDMI Buka Program Setara D1 di Magetan, Lulusannya Jago Wirausaha Produk Kulit

Halaman
12
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved